
Tamu internasional serukan kerja sama lebih lanjut dalam eksplorasi antariksa

Roket Long March-5 yang mengangkut wahana antariksa Chang'e-6 lepas landas dari landasan peluncurannya di Situs Peluncuran Antariksa Wenchang, Provinsi Hainan, China selatan, pada 3 Mei 2024. China pada Jumat (3/5) meluncurkan wahana antariksa Chang'e-6 untuk mengumpulkan dan membawa pulang sampel dari sisi jauh Bulan yang misterius, yang merupakan upaya pertama dalam sejarah eksplorasi Bulan oleh manusia. (Xinhua/Administrasi Luar Angkasa Nasional China)
Misi Chang'e-6 diharapkan dapat mengumpulkan sampel dari sisi jauh Bulan, menjadikan misi ini sebagai misi pertama dari jenisnya dalam sejarah manusia.
Haikou, China (Xinhua) – Para tamu internasional pada Jumat (3/5) memuji kerja sama internasional yang ekstensif dalam misi Chang'e-6 China dan sepakat untuk terus mengupayakan kerja sama baru dalam bidang eksplorasi Bulan dan antariksa dalam (deep space).Sekitar 50 tamu dari 12 negara dan organisasi internasional diundang oleh Administrasi Luar Angkasa Nasional China (China National Space Administration/CNSA) untuk menghadiri lokakarya yang berfokus pada muatan (payload) internasional yang dibawa oleh Chang'e-6 dan menyaksikan peluncurannya di Situs Peluncuran Antariksa Wenchang di Provinsi Hainan, China selatan.Misi Chang'e-6 diharapkan dapat mengumpulkan sampel dari sisi jauh Bulan, menjadikan misi ini sebagai misi pertama dari jenisnya dalam sejarah manusia. Misi ini membawa empat muatan yang dikembangkan melalui kerja sama internasional, memberikan lebih banyak kesempatan bagi para ilmuwan dunia dan menggabungkan keahlian manusia dalam eksplorasi antariksa.Sejumlah instrumen ilmiah dari Prancis, Italia, dan Badan Antariksa Eropa (European Space Agency/ESA) berada di dalam wahana pendarat (lander) Chang'e-6, dan sebuah satelit kecil dari Pakistan berada di dalam wahana pengorbit (orbiter)."Kami sangat bangga menjadi bagian dari misi bersejarah ini," kata Pierre-Yves Meslin, selaku peneliti utama instrumen Detection of Outgassing RadoN (DORN) dari Perancis, seraya menambahkan bahwa dia menantikan kerja sama antariksa lebih lanjut di antara kedua negara.Qamarul Islam, seorang profesor di Institut Teknologi Antariksa Pakistan, menyatakan apresiasi yang besar atas pengalaman kolaborasi dengan China tersebut. Dia mengatakan bahwa negara-negara yang relatif kecil, yang tidak dapat menjelajah antariksa dengan kemampuan sendiri, harus diberi kesempatan untuk melakukan penelitian antariksa."Kita semua memiliki masa depan bersama," kata Duta Besar Pakistan untuk China Khalil-ur-Rahman Hashmi, seraya menambahkan bahwa kerja sama antariksa dalam peluncuran di hari Jumat itu merupakan perwujudan nyata dari berbagi manfaat teknologi dengan negara dan organisasi lain."Pada hakikatnya eksplorasi ruang angkasa mendorong kita untuk menganggap bahwa planet kita sebagai satu kesatuan, dan mendorong kita untuk memikirkan kemanusiaan secara bersama-sama. Sangat penting bagi kita untuk melanjutkan perjalanan baru kita ini memasuki alam semesta dengan bekerja sama," kata Neil Melville-Kenney, staf teknis ESA untuk instrumen Negative Ions on the Lunar Surface (NILS).Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Lestarikan lumba-lumba langka di Sungai Mekong, Menteri Kamboja desak upaya bersama
Indonesia
•
11 Mar 2025

LIPI: Padang lamun Indonesia dalam kondisi kurang sehat
Indonesia
•
02 Jul 2020

Detektor radar baru mampu identifikasikan tanda kehidupan dengan cepat
Indonesia
•
31 Jul 2023

Ilmuwan China temukan spesies tanaman baru Oreocharis di China barat daya
Indonesia
•
08 Sep 2023


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
