
China akan tingkatkan keragaman makanan untuk misi eksplorasi antariksa dalam

Foto hasil tangkapan layar yang diambil di Pusat Kendali Antariksa Beijing (Beijing Aerospace Control Center) pada 3 Juli 2024 ini menunjukkan astronaut Shenzhou-18 Li Cong sedang melakukan aktivitas di luar wahana antariksa (extravehicular activity/EVA). (Xinhua/Guo Zhongzheng)
Teknologi pengendalian nutrisi berpresisi dapat membantu para astronaut mengatasi isu-isu fisiologis akibat kondisi tanpa bobot (weightlessness) dan radiasi serta menjaga kesehatan mereka selama misi yang berlangsung lebih dari 180 hari.
Hangzhou, China (Xinhua/Indonesia Window) – China sedang berupaya menyuguhkan opsi makanan yang lebih bervariasi untuk misi eksplorasi antariksa dalam (deep space) di masa depan, demikian menurut Second Frontier Forum of Space Medicine yang digelar di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, China timur.Pada saat Festival Pertengahan Musim Gugur, sebuah tradisi berharga lambang reuni keluarga yang berakhir belum lama ini, kru Shenzhou-18 yang sedang mengorbit di stasiun luar angkasa China menikmati ‘kue bulan antariksa’ berisi pasta biji teratai serta sejumlah hidangan kegemaran mereka masing-masing, seperti daging domba pedas dan semur daging babi, yang telah dipersiapkan sebelumnya oleh tim pendukung di Bumi."Kami mengembangkan teknologi untuk menghadirkan hidangan khas China ke 'meja makan antariksa', sehingga memungkinkan para astronaut dapat menikmati 'cita rasa masakan rumahan'," tutur Li Yinghui, seorang peneliti di Pusat Penelitian dan Pelatihan Astronaut China.Lebih lanjut dikatakan Li, China memiliki teknologi pengendalian nutrisi berpresisi yang canggih dan membangun standar yang akurat untuk pasokan nutrisi penerbangan antariksa, yang dapat membantu para astronaut mengatasi isu-isu fisiologis akibat kondisi tanpa bobot (weightlessness) dan radiasi serta menjaga kesehatan mereka selama misi yang berlangsung lebih dari 180 hari."Berbagai makanan antariksa fungsional yang mengandung efek antioksidan, dukungan kekebalan tubuh, penghilang rasa lelah, dan pengaturan mikrobiom usus telah dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan adaptasi para astronaut di orbit," urai Li.Menghadapi misi antariksa dalam di masa depan, China juga sedang berupaya mengembangkan sejumlah teknologi, seperti untuk memungkinkan memasak di orbit yang dapat menopang kehidupan jangka panjang di luar Bumi, ujar Zang Peng, seorang peneliti lainnya di Pusat Penelitian dan Pelatihan Astronaut China.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Penelitian sebut lebih dari 200 gletser utama di Italia hilang akibat perubahan iklim
Indonesia
•
11 Aug 2022

Peralatan baru dukung ‘spacewalker’ China selesaikan aktivitas ‘extravehicular’
Indonesia
•
04 Sep 2022

Filipina peringatkan soal potensi suhu udara "berbahaya" hingga 51 derajat
Indonesia
•
12 Apr 2024

Makam berusia ratusan tahun ditemukan di kota metropolis Guangzhou, China selatan
Indonesia
•
18 Dec 2023


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
