
Misi astronaut Saudi ke luar angkasa diluncurkan pada 21 Mei 2023

Arab Saudi akan meluncurkan misi ke luar angkasa pertamanya pada 21 Mei 2023, dengan awak Ali Al-Qarni dan Rayyanah Barnawi, astronaut wanita Muslim Arab pertama. (Saudi Press Agency)
Misi luar angkasa Saudi yang pertama kali dalam sejarah Kerajaan itu akan diawaki oleh Ali Al-Qarni dan Rayyanah Barnawi, astronaut wanita Muslim Arab pertama.
Jakarta (Indonesia Window) – Arab Saudi akan meluncurkan misi ke luar angkasa pertamanya pada 21 Mei mendatang, dengan awak Ali Al-Qarni dan Rayyanah Barnawi, astronaut wanita Muslim Arab pertama.Keduanya akan melakukan perjalanan ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, menurut pernyataan Kantor Berita SPA yang dikutip di Jakarta, Senin.Misi luar angkasa tersebut merupakan bagian dari program astronaut Kerajaan yang diluncurkan pada 22 September tahun lalu. Misi tersebut mewakili ambisi Arab Saudi dalam penelitian ruang angkasa dan merupakan bagian dari tujuan Visi 2030.Misi luar angkasa Saudi akan diluncurkan dari Amerika Serikat dan menandai momen bersejarah bagi negara Kerajaan itu.Para astronaut akan melakukan 14 percobaan ilmiah perintis dalam gayaberat mikro yang akan membantu para ilmuwan dan peneliti menemukan cara baru untuk menyediakan kondisi yang sesuai bagi manusia guna menjelajahi ruang angkasa lebih jauh.Para astronaut juga akan melakukan tiga percobaan yang melibatkan 12.000 siswa Saudi melalui siaran langsung.Hasil misi itu juga akan memajukan posisi global Kerajaan dalam eksplorasi ruang angkasa, dengan tujuan akhir untuk melayani umat manusia dengan lebih baik. Selain itu, misi ini akan mendukung pusat penelitian Saudi dan akan memiliki dampak ilmiah pada eksplorasi ruang angkasa di masa depan.Jika seluruh misi antariksa ini sukses, maka Arab Saudi akan menjadi salah satu dari sedikit negara yang memiliki dua astronaut secara bersamaan di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Keberhasilannya akan meningkatkan posisi global Kerajaan dalam bidang eksplorasi ruang angkasa dan pelayanan kemanusiaan.Ini akan menjadi tonggak sejarah bagi program astronaut Saudi. Program ini dirancang untuk mempersiapkan astronaut dan insinyur masa depan untuk luar angkasa melalui program pendidikan dan pelatihan yang berkualitas, partisipasi dalam eksperimen ilmiah, penelitian internasional, dan misi terkait ruang angkasa di masa depan, untuk mencapai tujuan Visi 2030.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Burung ibis rokoroko langka kembali ke lahan basah China utara setelah 15 tahun menghilang
Indonesia
•
10 Aug 2025

Ekspedisi ilmiah tambah panjang gua terpanjang di Asia jadi 437 km
Indonesia
•
26 Oct 2024

China luncurkan satelit komunikasi baru
Indonesia
•
24 Feb 2023

Logam berbahaya bisa masuk ke paru-paru lewat vape
Indonesia
•
18 Apr 2026


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
