
Wahana Mars China dan Eropa pelajari atmosfer di dekat matahari

Foto yang dirilis pada 1 Januari 2022 oleh Administrasi Antariksa Nasional China (China National Space Administration/CNSA) ini menunjukkan foto wahana pengorbit (orbiter) dan Mars. (Xinhua/CNSA)
Misi Mars Tianwen-1 China, yang terdiri dari wahana pengorbit, pendarat (lander), dan penjelajah (rover), diluncurkan pada 23 Juli 2020, guna membantu para ilmuwan tata surya dalam mengetahui lebih banyak apa yang terjadi di dekat matahari.
Shanghai, China (Xinhua) – Dalam periode ‘hampir tidak berfungsi’ pada 2021, wahana pengorbit (orbiter) Tianwen-1 China, bersama dengan Mars Express dari Badan Antariksa Eropa, membantu para ilmuwan tata surya dalam mengetahui lebih banyak apa yang terjadi di dekat matahari.Selama periode akhir September hingga pertengahan Oktober 2021, wahana pengorbit Mars China melakukan transit pertamanya di matahari, ketika komunikasinya dengan Bumi mengalami gangguan signifikan akibat radiasi matahari.Mars Sun Transit merupakan sebuah fenomena ketika Bumi dan Mars bergerak ke sisi berlawanan dari matahari, dan ketiganya hampir berada dalam satu garis lurus.Selama transit, Tianwen-1 dan Mars Express mengirimkan sinyal konstan, memungkinkan teleskop radio di Bumi untuk mempelajari bagaimana sinyal tersebut terpengaruh.Sebuah makalah yang dirilis baru-baru ini di Astrophysical Journal Letters mengungkap bahwa pada 9 Oktober 2021, ketika titik proyeksi planet merah itu di dekat matahari berjarak 2,6 kali radius matahari dari pusat matahari, sebuah peristiwa ledakan dahsyat matahari yang disebut lontaran massa korona (coronal mass ejection/CME) menyebabkan gangguan signifikan selama 10 menit.Selain itu, gelombang korona terdeteksi di dekat titik proyeksi tersebut, sebuah fenomena yang mencerminkan bagaimana medan magnet mendorong angin matahari, menurut penelitian yang dipimpin oleh para ilmuwan dari Akademi Ilmu Pengetahuan China.Para ilmuwan juga mengidentifikasi angin matahari primer berkecepatan tinggi saat CME mereda. Angin matahari berkecepatan tinggi itu terdeteksi berada lebih dekat dengan matahari daripada yang diperkirakan, menurut penelitian tersebut.Misi Mars Tianwen-1 China, yang terdiri dari wahana pengorbit, pendarat (lander), dan penjelajah (rover), diluncurkan pada 23 Juli 2020.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Indonesia punya 20 jenis burung pengisap madu
Indonesia
•
15 Oct 2019

COVID-19 – Penelitian: Vaksin Pfizer dan Moderna kurang efektif lawan Omicron
Indonesia
•
18 Jan 2022

China capai kemajuan dalam penerbitan jurnal iptek
Indonesia
•
31 Jan 2024

Empat ilmuwan dunia dianugerahi penghargaan Shaw Prize pada 2024
Indonesia
•
23 May 2024


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
