
Museum Zoologi Bogor simpan jutaan spesimen fauna, terbesar di Asia Tenggara

Ilustrasi. Koleksi kupu-kupu yang diawetkan. (Chris Marchant on Unsplash)
Museum Zoologi Bogor mengelola jutaan spesimen fauna dan dikenal sebagai salah satu museum zoologi terbesar di Asia Tenggara, bahkan masuk dalam sepuluh besar dunia dalam hal kekayaan dan kelengkapan koleksi ilmiah hewan.
Bogor, Jawa Barat (Indonesia Window) – Museum Zoologi Bogor (MZB) yang berdiri sejak 1894 ini kini mengelola jutaan spesimen fauna dan dikenal sebagai salah satu museum zoologi terbesar di Asia Tenggara, bahkan masuk dalam sepuluh besar dunia dalam hal kekayaan dan kelengkapan koleksi ilmiah hewan.Darmawan dari Tim Pemrosesan Koleksi Ilmiah Hewan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjelaskan bahwa jumlah koleksi yang dikelola MZB sangat besar dan beragam, dengan dominasi spesimen serangga.“Saat ini, Museum Zoologi Bogor mengelola koleksi ilmiah hewan dalam jumlah yang sangat besar dan beragam. Koleksi tersebut didominasi oleh serangga dengan lebih dari 1,07 juta spesimen,” ungkapnya dalam kegiatan TakSon ‘Talk about Scientific Collection’ seri #5 yang digelar Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah BRIN pada Selasa (8/12), demikian dikutip dari situs jejaring BRIN, Rabu.Selain serangga, Darmawan menyebut sejumlah kelompok fauna lain dengan jumlah signifikan. Dia menjelaskan bahwa terdapat sekitar 143.000 spesimen moluska dan ikan, lebih dari 101.000 spesimen amfibi, sekitar 91.000 spesimen reptil, lebih dari 85.000 spesimen mamalia, serta sekitar 78.000 spesimen arthropoda lainnya.“Kelompok lain seperti echinodermata, nematoda, dan platyhelminthes memang jumlahnya lebih sedikit, tetapi perannya tetap penting sebagai referensi ilmiah,” ujarnya.Menurut Darmawan, seluruh koleksi tersebut diproses melalui tahapan yang terstandar dan ketat, mulai dari eksplorasi, preparasi awetan kering maupun basah, pelabelan, identifikasi, dokumentasi, hingga digitalisasi.Koleksi-koleksi tersebut, lanjutnya, juga melalui proses sterilisasi dengan suhu mencapai minus 20 derajat Celsius. “Proses ini dilakukan untuk memastikan kualitas koleksi tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang,” ucapnya.Dia menyampaikan, koleksi ilmiah hewan MZB tidak hanya menjadi arsip keanekaragaman hayati, tetapi digunakan secara luas dalam berbagai kegiatan riset.“Koleksi ini dimanfaatkan untuk penelitian taksonomi dan sistematika, penyusunan status konservasi spesies, pemantauan biodiversitas, pengembangan bioteknologi dan kesehatan, serta sebagai media pendidikan dan peningkatan kesadaran publik,” jelasnya.Selain itu, museum juga menyediakan layanan identifikasi hewan bagi mahasiswa, peneliti, maupun instansi pemerintah dan swasta, yang bertujuan mendukung riset, pendidikan, dan pembuatan kebijakan berbasis data ilmiah.Museum Zoologi Bogor bermula dari Landbouw Zoologisch Laboratorium yang didirikan pada 23 Agustus 1894 oleh ahli botani Belanda, J.C. Koningsberger. Seiring waktu, museum ini mengalami beberapa kali perubahan nama sebelum dikenal luas sebagai Museum Zoologi Bogor.Pada 1997, seluruh koleksinya dipindahkan dari Bogor ke Cibinong ke fasilitas berstandar internasional yang dibangun melalui dukungan dana hibah Bank Dunia dan Jepang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – Desain vaksin baru lebih mudah dibuat, tak perlu ‘cold storage’
Indonesia
•
06 Nov 2021

Kandungan FAME dalam B30 jaga kualitas mesin kendaraan
Indonesia
•
17 Jan 2020

China kembangkan sistem platform inovasi yang komprehensif untuk pengobatan tradisional
Indonesia
•
11 Jan 2025

Si raksasa Amorphophallus titanum mekar di Kebun Raya Bogor
Indonesia
•
06 Jan 2020


Berita Terbaru

Laut makin panas, ancaman terhadap manusia meluas hingga kesehatan mental
Indonesia
•
12 Aug 2026

Beton ramah lingkungan mengembang dalam 14 detik, biaya material bisa turun 94 persen
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari Laut Jawa ke Laut Banda: Jejak air tawar ungkap rahasia laut Indonesia
Indonesia
•
09 Aug 2026

Feature – Di tengah riuh IGD, AI bantu tentukan pasien yang harus didahulukan
Indonesia
•
08 Aug 2026
