Putin sebut negara-negara Barat dorong Rusia ke titik batas, timbulkan respons

Presiden Rusia Vladimir Putin bertemu dengan para kepala kantor berita internasional utama di St. Petersburg, Rusia, pada 5 Juni 2024.
NATO sedang meningkatkan anggaran militer, mengerahkan kelompok-kelompok penyerang di dekat perbatasan Rusia, dan meningkatkan jumlah pasukan Amerika Serikat di Eropa, dengan total saat ini melebihi 100.000 orang.
Moskow, Rusia (Xinhua/Indonesia Window) – Negara-negara Barat mendorong Rusia ke titik batasnya, sehingga Moskow tidak punya pilihan selain meresponsnya, kata Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pertemuan inklusif dewan penasihat atau kolese (collegium) dari Kementerian Pertahanan Rusia pada Senin (16/12).Negara-negara Barat menggunakan ancaman palsu Rusia untuk menakut-nakuti penduduk mereka, seraya mendorong Moskow ke titik batasnya dan terpaksa respons, kata Putin, dengan menambahkan bahwa negara-negara Barat melancarkan perang hybrid dan menempuh kebijakan pengekangan terhadap negara-negara yang mereka lawan, termasuk Rusia.Putin mengemukakan bahwa Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) sedang meningkatkan anggaran militer, mengerahkan kelompok-kelompok penyerang di dekat perbatasan Rusia, dan meningkatkan jumlah pasukan Amerika Serikat (AS) di Eropa, dengan total saat ini melebihi 100.000 orang.Blok tersebut juga memperkuat kehadirannya di kawasan Asia-Pasifik, seraya membentuk aliansi militer yang dipimpin oleh AS, melemahkan arsitektur keamanan yang sudah lama ada di sana, katanya."Upaya AS yang bertujuan untuk menciptakan dan mempersiapkan senjata berpresisi tinggi berbasis darat dengan jangkauan hingga 5.500 km untuk ditempatkan di zona depan sangat mengkhawatirkan," kata Putin, memperingatkan bahwa jika AS melanjutkan penempatan rudal tersebut, Rusia akan mencabut pembatasan sepihaknya yang sebelumnya diberlakukan dalam kerangka Traktat Angkatan Nuklir Jangka Menengah (Intermediate-Range Nuclear Forces Treaty).Pada saat yang sama, Putin menyatakan bahwa angkatan darat dan angkatan laut Rusia sedang dimodernisasi, dan sebanyak 95 persen kekuatan nuklir strategis negara itu kini dilengkapi dengan senjata modern.Putin mengatakan produksi massal untuk sistem rudal jarak menengah Oreshnik baru negara itu akan dimulai dalam waktu dekat.Putin mengatakan bahwa kekuatan nuklir strategis Rusia sangat penting dalam menjaga kedaulatan dan integritas teritorial, dengan menambahkan bahwa juga "penting untuk menjaga kekuatan nuklir nonstrategis dalam kesiapan tempur yang konstan dan berlanjut ... melaksanakan latihan untuk mempraktikkan penggunaannya."Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Dalam sehari, UNIFIL deteksi 1.500 lebih serangan lintas batas Israel-Lebanon
Indonesia
•
15 Oct 2024

Utusan PBB uraikan tantangan bagi pemerintahan baru Suriah, desak transisi yang inklusif
Indonesia
•
24 Jan 2025

Netanyahu: Israel terbuka untuk berunding jika Hamas lucuti senjata dan lepaskan kendali
Indonesia
•
02 Apr 2025

Twitter tak aman di bawah Elon Musk, sebut mantan kepala keamanan
Indonesia
•
30 Nov 2022
Berita Terbaru

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026

Aktivis AS berencana gelar aksi protes kedua, tuntut agen federal hengkang dari Minnesota
Indonesia
•
29 Jan 2026

Badan Pangan PBB akan hentikan operasi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, akhiri kontrak 360 pegawai
Indonesia
•
29 Jan 2026

Swedia luncurkan program baru untuk tekan kekerasan laki-laki terhadap perempuan
Indonesia
•
29 Jan 2026
