
Netanyahu sebut Iran tak lagi mampu lakukan pengayaan uranium dan produksi rudal

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara di markas militer Kirya di Tel Aviv, Israel, pada 1 Maret 2026. (Xinhua/GPO)
Netanyahu sebut Iran telah kehilangan kemampuan untuk melakukan pengayaan uranium dan memproduksi rudal.
Yerusalem, Wilayah Palestina yang diduduki (Xinhua/Indonesia Window) – Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengatakan dalam konferensi pers pada Kamis (19/3) bahwa Iran telah kehilangan kemampuan untuk melakukan pengayaan uranium dan memproduksi rudal.
Menurut Netanyahu, kedua hal tersebut merupakan dua dari tiga tujuan serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran, dan bahwa tujuan ketiga, yaitu menggulingkan rezim, kini bergantung pada rakyat Iran.
"Revolusi tidak terjadi dari udara, dan ada banyak opsi di darat yang tidak akan saya ungkapkan," katanya.
Terkait serangan Israel terhadap ladang gas alam Iran di Teluk Persia pada Rabu (18/3), Netanyahu mengonfirmasi pernyataan sebelumnya dari Presiden AS Donald Trump bahwa Israel tidak memberi tahu AS sebelum serangan tersebut.
"Presiden Trump meminta kami menunda serangan berikutnya, dan kami menundanya," katanya.
Dia juga menyatakan bahwa AS dan Israel telah bersama-sama menghancurkan seluruh armada angkatan laut Iran di Laut Kaspia.
Mengenai durasi perang yang sedang berlangsung, Netanyahu mengatakan bahwa perang akan berlangsung "selama yang diperlukan," seraya menambahkan bahwa perang tersebut akan berakhir "jauh lebih cepat dari yang diperkirakan orang-orang."
Saat konferensi pers itu digelar, Iran meluncurkan rudal ke arah Israel, yang membunyikan sirene serangan udara di wilayah utara Israel. Layanan darurat Israel melaporkan nol korban.
Pernyataan Netanyahu dilontarkan di tengah meningkatnya ketegangan setelah serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari, yang memicu serangan balasan oleh Iran dan sekutu regionalnya terhadap aset Israel dan AS di seantero Timur Tengah.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

China harapkan pengembangan hubungan dengan Iran
Indonesia
•
14 Feb 2023

COVID-19 – Jerman berencana wajibkan vaksinasi untuk beberapa pekerjaan
Indonesia
•
06 Dec 2021

Serikat petani Prancis cabut blokade jalan usai pemerintah tawarkan bantuan baru
Indonesia
•
04 Feb 2024

Palestina akan serahkan peluru yang tewaskan Shireen Abu Akleh kepada otoritas AS
Indonesia
•
03 Jul 2022


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
