Tajuk Xinhua: Mobil buatan China semakin populer berkat inovasi

Para staf sibuk bekerja di lini produksi kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV) di pabrik produsen mobil China Chery Holding Group Co., Ltd. di Kota Wuhu, Provinsi Anhui, China timur, pada 12 Oktober 2022. (Xinhua/Zhou Mu)
NEV buatan China juga menghadirkan interaksi antara manusia dan komputer selama proses mengemudi, yang memungkinkan pengguna untuk menikmati kenyamanan yang diberikan oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Beijing, China (Xinhua) – Hampir setahun berlalu sejak Israel Aguilar menjajal kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV) buatan China, dan pria Meksiko itu kini yakin dirinya tidak akan mengendarai mobil berbahan bakar bensinnya lagi.NEV buatan China tersebut, yang kini menjadi kendaraan favoritnya, sangat nyaman dan dapat diandalkan. "Teknologi benar-benar sangat penting di era sekarang, terutama untuk sebuah kendaraan. Dan, sungguh luar biasa bagi saya untuk bisa memakai teknologi kendaraan yang berasal dari China," ujar Aguilar.
Seorang manajer penjualan mengisi daya kendaraan listrik buatan produsen otomotif China Changan di sebuah dealer mobil di Amman, Yordania, pada 15 Agustus 2022. (Xinhua/Mohammad Abu Ghosh)
Produksi stabil, industri tangguh
Dengan mengenakan masker, para pekerja sibuk merakit dan menguji mobil dalam unit-unit yang telah didisinfeksi, mempersiapkan lebih banyak mobil untuk keluar dari lini produksi dan memasuki pasar.Kesibukan tersebut menjadi rutinitas harian di pabrik-pabrik otomotif China selama setahun terakhir. Dari mulai produksi dan pasokan suku cadang mobil hingga distribusi kendaraan yang telah lengkap, seluruh mata rantai industri otomotif di negara itu sudah beroperasi normal.Langkah-langkah pencegahan epidemi yang efektif dan kemudian kebijakan pencegahan yang dioptimalkan di China menjamin ketangguhan rantai industri otomotif, yang menjadi prasyarat bagi kestabilan pasokan mobil China dan popularitas yang kian meningkat di pasar global.
Orang-orang menjajal mobil listrik BYD Tang dalam acara pratinjau media Brussels Motor Show ke-100 di Brussel, Belgia, pada 13 Januari 2023. (Xinhua/Zheng Huansong)
Sejumlah orang mengamati kendaraan listrik Hongqi di ajang Swedish eCarExpo 2023 di Stockholm, Swedia, pada 3 Februari 2023. (Xinhua/Wei Xuechao)
NEV buatan China lebih hijau pintar
Produsen otomotif China semakin fokus pada elektrifikasi dan implementasi kecerdasan pada mobil, yang membantu mobil-mobil buatan China sukses dalam bidang ini di tengah konsensus global terkait pembangunan hijau.China Changan Automobile Group, yang berkomitmen mempromosikan NEV pintar dalam beberapa tahun terakhir, menginvestasikan "tidak kurang dari 5 persen dari pendapatan penjualan tahunannya untuk penelitian dan pengembangan, dan menguasai lebih dari 600 teknologi rendah karbon pintar terkait konektivitas pintar dan kemudi pintar," tutur perwakilan dari perusahaan itu.NEV buatan China menjunjung tinggi konsep umum pembangunan hijau dan rendah karbon, dan mencatat pertumbuhan penjualan yang stabil karena rasio harga-performa yang relatif tinggi. NEV buatan China juga menghadirkan interaksi antara manusia dan komputer selama proses mengemudi, yang memungkinkan pengguna untuk menikmati kenyamanan yang diberikan oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).Kendaraan yang lebih ramah lingkungan dan pintar menjadi kekuatan utama kendaraan-kendaraan ekspor China di pasar otomotif global. Di pasar Eropa, merek-merek China, seperti BYD dan Hongqi, masuk daftar 50 perusahaan otomotif terlaris di seluruh Eropa, menurut laporan The Times.Shu Youxing, manajer umum Divisi Kerja Sama Internasional dan Divisi Penjualan Mobil Eropa BYD, mengatakan bahwa bus listrik murni produksi BYD kini beroperasi di lebih dari 100 kota besar di seluruh Eropa, seperti Amsterdam, London, Madrid, Turin, Oslo, dan Kopenhagen, membantu warga Eropa memangkas emisi karbon dioksida hingga lebih dari 200.000 ton.Pengakuan dunia, manfaat global
Produk otomotif China menjadi semakin kompetitif dengan berbagai peningkatan tidak hanya dalam hal tampilan, kualitas, keamanan, kecerdasan, keramahan terhadap lingkungan, dan pengalaman berkendara, tetapi juga dalam hal efektivitas biaya dan kesadaran merek (brand awareness), sehingga memikat lebih banyak konsumen global.Pengakuan dunia itu juga berkaitan erat dengan lokalisasi perusahaan otomotif China di pasar luar negeri. Yin Tongyue, chairman Chery Automobile Corporation, menekankan prinsip perusahaannya bahwa Chery harus "mendorong lokalisasinya, mengubah dirinya menjadi warga korporat lokal dan merek lokal agar dapat berkontribusi terhadap pengembangan sosial-ekonomi di negara-negara tempat pasar luar negerinya berada."Kalangan orang dalam meyakini bahwa seluruh dunia akan memetik manfaat dari integrasi perusahaan-perusahaan mobil China yang lebih mendalam pada rantai pasokan global, yang menciptakan skenario saling menguntungkan (win-win).
Foto dari udara yang diabadikan pada 12 Oktober 2022 ini menunjukkan kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV) di pabrik produsen mobil China Chery Holding Group Co., Ltd. di Kota Wuhu, Provinsi Anhui, China timur. (Xinhua/Zhou Mu)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Minyak turun karena kekhawatiran resesi dan pasokan ketat OPEC
Indonesia
•
04 Jul 2022

Produksi sedan di Iran tumbuh 20 persen
Indonesia
•
06 Sep 2020

Produsen benang rajut China bangun pabrik di Jawa Barat dengan investasi Rp500 miliar
Indonesia
•
03 May 2025

AI diproyeksi hasilkan 680 miliar dolar AS untuk sektor telekomunikasi
Indonesia
•
21 Nov 2024
Berita Terbaru

Feature – Tianlala bawa aroma dan manis teh susu dari China ke Indonesia
Indonesia
•
29 Jan 2026

Laba bersih Tesla anjlok 46 persen pada 2025
Indonesia
•
29 Jan 2026

Feature – Kelapa Indonesia lebih mudah masuki pasar China berkat jalur pengiriman dan kebijakan preferensial Hainan
Indonesia
•
28 Jan 2026

Penjualan EV di Indonesia naik 141 persen pada 2025, merek-merek China menonjol
Indonesia
•
27 Jan 2026
