
OpenAI akan tutup aplikasi video Sora

Orang-orang berpartisipasi dalam demo pendidikan pintar yang menampilkan skenario kelas biologi komputasional masa depan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), replika digital (digital twin), dan realitas virtual (VR) dalam konferensi internasional tentang pendidikan daring dan kursus daring terbuka masif (massive open online courses/MOOC) di London, Inggris, pada 12 Desember 2024. (Xinhua/Li Ying)
Aplikasi pembuatan video berbasis kecerdasan buatan generative milik OpenAI, Sora, akan ditutup.
San Francisco, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – OpenAI pada Selasa (24/3) mengumumkan akan menutup aplikasi pembuatan video berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) generatifnya, Sora.
"Kami mengucapkan selamat tinggal kepada aplikasi Sora," kata tim Sora dalam sebuah pernyataan yang diunggah di platform media sosial X.
Tim tersebut berterima kasih kepada pengguna yang telah membuat dan membagikan konten di platform tersebut, seraya menyatakan "apa yang Anda ciptakan dengan Sora sangat berarti," serta mengakui bahwa keputusan ini akan mengecewakan banyak pihak di komunitas penggunanya.
Sora, yang diluncurkan sebagai aplikasi mandiri pada September 2025, telah diposisikan sebagai salah satu produk utama OpenAI di bidang video generatif.
Materi pusat bantuan OpenAI hingga Maret menunjukkan pembaruan berkelanjutan pada fitur Sora, termasuk alat penyuntingan dan dukungan untuk pengalaman Sora yang lebih baru, mengindikasikan bahwa penutupan ini merupakan perubahan besar dalam arah produk perusahaan tersebut.
Pada Desember 2025, OpenAI dan The Walt Disney Company mengumumkan perjanjian lisensi selama tiga tahun serta investasi sebesar 1 miliar dolar AS dari Disney. Sejumlah media melaporkan bahwa kesepakatan tersebut tidak akan dilanjutkan menyusul penutupan Sora.
*1 dolar AS = 16.982 rupiah
"Seiring bidang AI yang tergolong baru ini berkembang pesat, kami menghormati keputusan OpenAI untuk keluar dari bisnis pembuatan video dan mengalihkan prioritasnya ke area lain," kata Disney dalam sebuah pernyataan pada Selasa. Lebih lanjut dikatakan Disney pihaknya akan "terus berinteraksi dengan platform-platform AI untuk menemukan cara-cara baru dalam menjangkau penggemar di tempat mereka berada."
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Tim ilmuwan China ungkap rantai sinyal lengkap respons panas padi dan identifikasi gen kunci
Indonesia
•
05 Dec 2025

Amazon luncurkan pasangan satelit pertama ke orbit
Indonesia
•
10 Oct 2023

Museum China replikasi cawan anggur kompleks berusia ribuan tahun secara digital
Indonesia
•
11 Jun 2024

Data NASA ungkap keberadaan mantel ‘bergumpalan’ di Mars
Indonesia
•
01 Sep 2025


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
