Opini: Vietnam semakin menegaskan peran pentingnya di ASEAN

Foto yang diabadikan pada 30 Desember 2021 ini menunjukkan gedung Sekretariat ASEAN di Jakarta. (Xinhua/Xu Qin)
Atasi COVID-19
Selama tiga tahun terakhir, dunia telah mengalami banyak perubahan, terutama terkait dengan kasus pandemik COVID-19. Vietnam telah bahu-membahu dengan negara-negara di kawasan dan dunia untuk mengusir epidemi, mengatasi kesulitan bersama, serta bekerja sama dalam pemulihan ekonomi.Sejauh ini, Vietnam dianggap sebagai salah satu titik terang dalam hal pengendalian epidemi dan hasil pembangunan ekonomi yang mengesankan.Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Vietnam adalah salah satu negara teratas dengan cakupan vaksinasi Covid-19 tertinggi di dunia dan dalam perkembangan sosial ekonomi.Dapat dikatakan bahwa mencapai efisiensi dalam pencegahan dan pengendalian epidemi COVID-19 tidak hanya membantu memastikan sumber daya internal Vietnam, tetapi juga mempertahankan dan meningkatkan posisi internasional negara tersebut.Perekonomian Vietnam tumbuh 5,2 persen pada kuartal keempat tahun 2021, 5,1 persen pada kuartal pertama tahun 2022, dan 7,7 persen pada kuartal kedua tahun 2022, seiring dengan meningkatnya permintaan konsumen dan jumlah wisatawan internasional yang meningkat.Namun, prospek positif ini masih bergantung pada meningkatnya risiko yang mengancam prospek pemulihan.Risikonya antara lain adalah perlambatan pertumbuhan atau stagnasi inflasi di pasar ekspor utama, berlanjutnya guncangan harga komoditas dunia dan gangguan pada rantai pasokan global atau munculnya jenis baru COVID-19, di samping tantangan domestik, termasuk kekurangan tenaga kerja, meningkatnya risiko inflasi, dan meningkatnya risiko di sektor keuangan.Menurut Bank Dunia (World Bank), pemulihan ekonomi Vietnam telah meningkat pesat dalam enam bulan terakhir, berkat sektor manufaktur dan pemrosesan yang kuat serta pemulihan yang kuat dari sektor jasa.Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) diperkirakan meningkat tajam dari 2,6 persen pada 2021 menjadi 7,5 persen pada 2022, sementara inflasi diperkirakan meningkat rata-rata 3,8 persen tahun ini.Pada kesempatan peringatan 45 tahun Vietnam menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), pada 21 Oktober, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres mengunjungi Vietnam dan membuat penilaian yang mengesankan atas perkembangan luar biasa di masa lalu.Guterres berbicara tentang tiga hal yang paling mengesankan selama 45 tahun aksesi Vietnam ke PBB. Secara khusus, pada saat bergabung dengan PBB, Vietnam sedang menghadapi masalah kemiskinan, dan saat ini negara tersebut dikenal sebagai perekonomian yang dinamis.Posisi Vietnam semakin meningkat dan suara Vietnam semakin dihargai di PBB. Kedua, Vietnam semakin aktif berpartisipasi dalam pasukan penjaga perdamaian PBB. Harus ditegaskan bahwa operasi pemeliharaan perdamaian adalah kegiatan terpenting PBB.Ketiga, Vietnam merupakan salah satu negara yang serius melaksanakan tujuan pembangunan PBB, khususnya pembangunan berkelanjutan pada tahun 2030. Untuk mencapai tujuan tersebut tidak mudah bagi banyak negara di dunia.Hasil yang luar biasa tersebut menunjukkan tanggung jawab dan upaya Vietnam kepada ASEAN, dalam rangka meningkatkan peran, citra dan suara ASEAN di forum multilateral internasional.Ini adalah kontribusi besar Vietnam bagi ASEAN yang diakui oleh anggota perhimpunan tersebut, dan upayanya membantu untuk lebih meningkatkan peran dan prestise Vietnam di ASEAN.Penulis: Mohammad AnthoniBagikan
Komentar
Berita Terkait

Rusia sebut bukti tunjukkan hubungan antara teroris serangan Moskow dengan Ukraina
Indonesia
•
29 Mar 2024

Korps Garda Revolusi Islam sebut Iran butuh waktu untuk lakukan pembalasan atas kematian Haniyeh
Indonesia
•
21 Aug 2024

Opini: Partisipasi Taiwan dalam ICAO wujudkan kemajuan penerbangan sipil dunia
Indonesia
•
27 Sep 2022

Mantan PM Mesir sebut kepemimpinan CPC jadi kunci wujudkan impian rakyat China
Indonesia
•
04 Nov 2022
Berita Terbaru

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026

Aktivis AS berencana gelar aksi protes kedua, tuntut agen federal hengkang dari Minnesota
Indonesia
•
29 Jan 2026

Badan Pangan PBB akan hentikan operasi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, akhiri kontrak 360 pegawai
Indonesia
•
29 Jan 2026

Swedia luncurkan program baru untuk tekan kekerasan laki-laki terhadap perempuan
Indonesia
•
29 Jan 2026
