
China bangun lebih dari 30.000 pabrik pintar

Foto yang diabadikan pada 14 Agustus 2024 ini menunjukkan lini perakitan kendaraan energi baru (new energy vehicles/NEV) di pabrik pintar milik Seres Group di Chongqing, China barat daya. (Xinhua/Wang Quanchao)
Pabrik pintar diklasifikasikan ke dalam empat tingkatan berdasarkan kematangan teknologi dan tingkat integrasinya, yakni tingkat dasar, tingkat lanjut, tingkat unggul, dan tingkat pionir.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – China telah membangun lebih dari 30.000 pabrik pintar tingkat dasar sebagai bagian dari upaya nasional untuk mempercepat digitalisasi industri dan peningkatan cerdas, menurut Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (Ministry of Industry and Information Technology/MIIT) China.Inisiatif tersebut, yang merupakan bagian dari aksi pengembangan pabrik pintar secara bertahap, juga telah mencatat terciptanya 1.200 pabrik pintar tingkat lanjut dan 230 pabrik pintar tingkat unggul. Pencapaian ini menyoroti kemajuan signifikan yang telah dicapai dalam merombak lanskap manufaktur China, papar kementerian itu.Sebanyak 230 pabrik pintar tingkat unggul tersebut, yang tersebar di seluruh 31 daerah setingkat provinsi di China dan mencakup lebih dari 80 persen sektor manufaktur, telah melaksanakan hampir 2.000 skenario mutakhir, termasuk pergudangan pintar, inspeksi kualitas berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), serta penelitian dan pengembangan digital, kata MIIT.Pabrik-pabrik itu rata-rata memiliki siklus pengembangan produk 28,4 persen lebih pendek, efisiensi produksi 22,3 persen lebih tinggi, tingkat kecacatan (defect) 50,2 persen lebih rendah, dan emisi karbon 20,4 persen lebih rendah, kata kementerian itu.Tahun lalu, MIIT bersama dengan lima lembaga negara lainnya meluncurkan aksi pengembangan pabrik pintar secara bertahap. Dalam program ini, pabrik pintar diklasifikasikan ke dalam empat tingkatan berdasarkan kematangan teknologi dan tingkat integrasinya, yakni tingkat dasar, tingkat lanjut, tingkat unggul, dan tingkat pionir.Sebagai contoh, pabrik-pabrik pintar tingkat dasar diharuskan mengembangkan kemampuan dasar dalam digitalisasi dan jaringan. Hal ini melibatkan penerapan peralatan manufaktur pintar, perangkat lunak industri, dan sistem yang berpusat pada skenario khusus manufaktur pintar. Dengan demikian, pabrik-pabrik ini dapat mencapai pengumpulan data secara waktu nyata (real-time), otomatisasi proses produksi utama, meningkatkan informatisasi produksi dan manajemen operasional, serta memanfaatkan eksplorasi cerdas dalam aspek-aspek tertentu.Ke depannya, MIIT akan memperluas promosi pabrik pintar tingkat unggul dan bersiap meluncurkan pengembangan tingkat pionir. Hal ini bertujuan untuk mendorong ekspansi lebih lanjut, integrasi yang lebih dalam, dan evolusi yang lebih tinggi dalam manufaktur cerdas, kata MIIT.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Krisis listrik India dongkrak harga batu bara Juni jadi 323,91 dolar AS per ton
Indonesia
•
04 Jun 2022

AS berencana bangun stasiun pengisian daya kendaraan, di jalan raya sepanjang 120.000 km
Indonesia
•
28 Sep 2022

Analis: Minyak bisa sentuh 100 dolar karena krisis Rusia-Ukraina
Indonesia
•
04 Feb 2022

Minyak melonjak karena pasokan ketat melebihi kekhawatiran resesi
Indonesia
•
08 Jul 2022


Berita Terbaru

China targetkan 100.000 kendaraan berbasis sel bahan bakar per 2030
Indonesia
•
17 Mar 2026

Negara-Negara anggota Badan Energi Internasional di Kawasan Asia-Oseania akan "segera" lepas cadangan minyak darurat
Indonesia
•
17 Mar 2026

Jepang mulai lepas cadangan minyak di tengah konflik Timur Tengah
Indonesia
•
17 Mar 2026

Menteri Energi Inggris sebut penutupan Selat Hormuz rugikan ekonomi global
Indonesia
•
17 Mar 2026
