
Pakistan kerahkan upaya untuk jamin hak-hak anak

Anak-anak yang terdampak banjir terlihat di sebuah tempat penampungan sementara di pinggiran Quetta, Pakistan barat daya, pada 16 September 2022. (Xinhua/Asad)
Pemerintah Pakistan telah melakukan upaya untuk meluncurkan proyek dan skema dengan basis prioritas di masa depan untuk kemajuan dan kesejahteraan anak.
Islamabad, Pakistan (Xinhua) – Menteri Luar Negeri (Menlu) Pakistan Bilawal Bhutto Zardari pada Ahad (20/11) mengatakan bahwa negaranya telah berupaya guna menjamin hak-hak anak untuk generasi-generasi mendatang, menekankan bahwa anak-anak dari era ini akan menjadi pemimpin di masa depan."Anak-anak merupakan aset kita yang paling berharga dan merupakan tanggung jawab utama pemerintah dan masyarakat untuk menyediakan fasilitas yang diperlukan bagi mereka agar potensi mereka dapat dimanfaatkan secara maksimal demi kebaikan generasi-generasi mendatang," kata Zardari dalam pesannya pada Hari Anak Sedunia.Dia mengatakan bahwa pendidikan, kesehatan, dan lingkungan yang bersih dan damai merupakan syarat utama dalam perawatan kesehatan anak-anak, seraya menambahkan bahwa pikiran mereka perlu dirawat dengan toleransi dan keharmonisan.
Anak-anak korban banjir bermain di pinggiran Hyderabad, Pakistan selatan, pada 24 September 2022. (Xinhua/Str)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Biden sebut “pandemi sudah berakhir” saat jumlah kematian meningkat
Indonesia
•
19 Sep 2022

Kapotar di Papua jadi rumah manusia Austronesia sejak 2.700 silam
Indonesia
•
30 Sep 2025

WHO desak kerja sama pengiriman bantuan lintas perbatasan Turkiye-Suriah
Indonesia
•
17 Feb 2023

Kebun Raya Bogor berperan dalam konservasi kawasan Malesia
Indonesia
•
18 Feb 2020


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
