
Feature – Perusahaan Turkiye pandang CIIE sebagai gerbang ke pasar China yang besar

Sejumlah pengunjung menyimak penjelasan tentang wine di stan Honduras dalam Pameran Impor Internasional China (China International Import Expo/CIIE) keenam di Shanghai, China timur, pada 6 November 2023. (Xinhua/Zhang Jiansong)
Pameran Impor Internasional China (China International Import Expo/CIIE) merupakan pameran impor paling bergengsi dan paling besar di dunia, membuka gerbang bagi para produsen global untuk memasuki pasar China.
Istanbul, Turkiye (Xinhua) – Semakin banyak perusahaan asing, termasuk perusahaan yang sering maupun baru kali pertama berpartisipasi, menghadiri Pameran Impor Internasional China (China International Import Expo/CIIE) keenam guna memanfaatkan pasar China yang luas dengan peluang dan potensi tak terbatas. Dua di antaranya adalah pembuat wine pemenang penghargaan asal Turkiye."Kami sangat antusias ... karena China merupakan pasar yang besar. Mungkin kami (perusahaan) kecil, tetapi pasar yang besar itu menarik, dan China mengalami banyak perubahan, setiap harinya," kata Can Ortabas, pemilik Urla Winery, dalam wawancara dengan Xinhua baru-baru ini.Produsen wine Turkiye dari Kota Urla di Aegea barat, dekat kota pelabuhan Izmir, yang penuh antusiasme tersebut memaparkan di tempat pembuatan wine miliknya bahwa ada evolusi yang "menakjubkan" dalam budaya pembuatan dan konsumsi wine China."China akan menemukan terroir terbaik, serta membuat wine yang sangat baik di masa depan ... Wine China pertama yang saya cicipi sangat berbeda. Wine baru yang saya cicipi tahun lalu sungguh luar biasa," ungkap Ortabas.Pembuat wine tersebut mengatakan bahwa konsumsi wine telah meningkat secara signifikan di China dalam beberapa tahun terakhir, dan tren ini dapat membantu produsen Turkiye memasuki pasar yang besar.Selain Urla Winery, produsen dan pengekspor wine terkemuka di Turkiye, Kavaklidere, juga menghadiri CIIE di Shanghai tahun ini guna mencari peluang bisnis di pameran global tersebut.Selain produk wine, buah-buahan kering dan minyak zaitun dari Turkiye juga menjadi sorotan utama dalam ajang CIIE tahun ini.Menurut Jak Eskinazi, kepala koordinator di Asosiasi Pengekspor Aegea, Turkiye menganggap CIIE sangat penting karena merupakan pameran impor paling bergengsi dan paling besar di dunia. Semua perusahaan Turkiye yang berpartisipasi dalam pameran tersebut berupaya keras untuk menyajikan produk mereka kepada pengunjung China dengan cara yang mengesankan, imbuhnya.Dengan kesuksesan perekonomian China, perusahaan-perusahaan Turkiye berkeinginan untuk mendongkrak perdagangan dan meningkatkan ekspor mereka ke China dengan kesepahaman yang saling menguntungkan, tutur Eskinazi.Bagi Ortabas, meskipun wine Turkiye telah mendapatkan pengakuan internasional, masih ada cara lain bagi mereka untuk memanfaatkan pasar global."Ini memerlukan waktu, tidak mudah," ujarnya, tetapi CIIE berarti peluang yang lebih besar.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

PetroChina Xinjiang Oilfield capai rekor tertinggi ‘output’ minyak mentah, gas alam
Indonesia
•
23 Dec 2022

IMF turunkan lagi prospek pertumbuhan ekonomi global
Indonesia
•
10 Jun 2022

KPMI gelar Weekend Berkah sambil timba ilmu di Vivo Mall, pertama di Bogor
Indonesia
•
22 Oct 2025

Arab Saudi luncurkan perusahaan senilai 270 juta dolar AS kembangkan Masjidil Haram
Indonesia
•
20 Jan 2021


Berita Terbaru

China targetkan 100.000 kendaraan berbasis sel bahan bakar per 2030
Indonesia
•
17 Mar 2026

Negara-Negara anggota Badan Energi Internasional di Kawasan Asia-Oseania akan "segera" lepas cadangan minyak darurat
Indonesia
•
17 Mar 2026

Jepang mulai lepas cadangan minyak di tengah konflik Timur Tengah
Indonesia
•
17 Mar 2026

Menteri Energi Inggris sebut penutupan Selat Hormuz rugikan ekonomi global
Indonesia
•
17 Mar 2026
