
China kurangi intensitas emisi karbon secara signifikan

Foto dari udara yang diabadikan pada 7 Juli 2020 ini menunjukkan sebuah kawasan industri fotovoltaik di wilayah Gonghe, Prefektur Otonom Etnis Tibet Hainan di Provinsi Qinghai, China barat laut. (Xinhua/Zhang Hongxiang)
Pasar karbon terbesar dunia untuk emisi gas rumah kaca dicapai oleh China, dengan volume kumulatif tunjangan emisi karbon mencapai 237 juta ton per 30 Juni, dan pendapatan sekitar 1,52 miliar dolar AS.
Xi'an, China (Xinhua) – Volume kumulatif tunjangan emisi karbon di pasar karbon China mencapai 237 juta ton per 30 Juni, dengan pendapatan lebih dari 10,91 miliar yuan atau sekitar 1,52 miliar dolar AS.China telah membangun pasar karbon terbesar di dunia untuk emisi gas rumah kaca, dan telah secara signifikan mengurangi intensitas emisi karbonnya, kata Wakil Menteri Ekologi dan Lingkungan China Guo Fang di tengah aktivitas Hari Rendah Karbon Nasional pada Rabu (12/7).Aktivitas tersebut digelar oleh Kementerian Ekologi dan Lingkungan China dan pemerintah Provinsi Shaanxi, dan diselenggarakan di Xi'an, ibu kota Provinsi Shaanxi, China barat laut.China telah membuat kemajuan positif dalam mengatasi perubahan iklim melalui serangkaian tindakan seperti konservasi energi, pengurangan karbon, pengurangan emisi, serta pembentukan dan penyempurnaan pasar karbon, ujar Guo.Produksi dan penjualan kendaraan energi baru (new energy vehicle/NEV) China tetap menduduki posisi teratas secara global selama delapan tahun berturut-turut, energi terbarukan negara itu telah berkembang pesat, sementara instalasi fotovoltaik dan tenaga anginnya juga menempati peringkat pertama di seluruh dunia.Guo mengatakan bahwa Kementerian Ekologi dan Lingkungan China akan terus menerapkan strategi nasional guna secara aktif merespons perubahan iklim, mendorong pembangunan pasar karbon nasional dengan stabil dan teratur, serta berpartisipasi aktif dalam tata kelola global untuk mengatasi perubahan iklim.
Foto dari udara yang diabadikan pada 19 Mei 2023 ini menunjukkan rusa milu di Cagar Alam Nasional Rusa Milu Shishou di Provinsi Hubei, China tengah. Berkat upaya perlindungan selama bertahun-tahun dan perbaikan lingkungan ekologi setempat secara terus-menerus, populasi rusa milu di cagar alam itu meningkat pesat. (Xinhua/Xiao Yijiu)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Sektor energi baru China tumbuh pesat untuk capai karbon ganda
Indonesia
•
09 Aug 2022

Bank Dunia turunkan proyeksi ekonomi Asia Timur 2022 jadi 5 persen
Indonesia
•
05 Apr 2022

Setiap 1 megawatt pembangkit energi bersih butuh 30 tenaga kerja
Indonesia
•
10 Feb 2022

KPMI gelar Weekend Berkah sambil timba ilmu di Vivo Mall, pertama di Bogor
Indonesia
•
22 Oct 2025


Berita Terbaru

Singapura bentuk Future of Finance Institute, percepat adopsi AI dan tokenisasi di sektor keuangan
Indonesia
•
26 Jun 2026

Chery Q kantongi lebih dari 3.000 prapemesanan, EV Compact berjarak tempuh 400 km
Indonesia
•
26 Jun 2026

Apple naikkan harga Mac dan iPad akibat lonjakan biaya cip memori, iPhone tetap tidak berubah
Indonesia
•
26 Jun 2026

Bank of China Hong Kong jadi bank kliring RMB di Indonesia, permudah perdagangan dan investasi bilateral
Indonesia
•
26 Jun 2026
