Pariwisata ‘inbound’ dan ‘outbound’ China catatkan pemulihan yang stabil

Seorang staf memperlihatkan brosur pariwisata Thailand di Bandar Udara Suvarnabhumi di Samut Prakan, Thailand, pada 9 Januari 2022. (Xinhua/Rachen Sageamsak)
Pasar pariwisata China mencatatkan pemulihan yang stabil dan bertahap pada awal 2023, dilihat dari sejumlah indikator utama seperti pencarian tiket pesawat dan intensi perjalanan, Jepang, Korea Selatan, Thailand, serta Hong Kong dan Makau di China selatan yang kemungkinan akan menjadi destinasi wisata outbound pertama yang akan pulih, diikuti pasar jarak menengah dan jauh seperti Asia Barat dan Eropa.
Shanghai, China (Xinhua) – Seiring China menurunkan manajemen COVID-19 mulai Ahad (8/1), sejumlah platform perjalanan China mencatatkan lonjakan pesanan masuk (inbound) dan keluar (outbound).Dalam beberapa bulan terakhir, negara tersebut melakukan serangkaian penyesuaian aktif terhadap respons COVID-19 mereka, termasuk 20 kebijakan pada November tahun lalu, 10 kebijakan baru pada Desember tahun lalu, dan mengubah istilah China untuk COVID-19 dari ‘pneumonia virus corona baru’ (novel coronavirus pneumonia) menjadi ‘infeksi virus corona baru’ (novel coronavirus infection).Jumlah pesanan tiket pesawat inbound dan outbound pada Ahad naik 628 persen secara tahunan (year on year/yoy). Destinasi-destinasi populer untuk penerbangan inbound adalah Shanghai, Nanjing, Guangzhou, Chengdu, dan Nanning, sementara destinasi para wisatawan outbound mencakup lebih dari 100 kota di 53 negara dan kawasan, menurut Tongcheng Travel, penyedia layanan perjalanan daring.Data dari Trip.com Group, yang sebelumnya dikenal sebagai Ctrip, menunjukkan bahwa di antara pesanan dari para pelanggan China Daratan, penerbangan dari atau menuju Makau, Hong Kong, Bangkok, Singapura, Kuala Lumpur, dan Phnom Penh, mengalami peningkatan popularitas yang signifikan sejak 27 Desember 2022.Selama pekan yang berlangsung dari 2 hingga 8 Januari 2023, pesanan penerbangan Spring Airlines dari Bandar Udara Internasional Pudong Shanghai menuju Hong Kong, Makau, Tokyo, dan Phuket, meningkat lebih dari dua kali lipat dari pekan sebelumnya.Pasar pariwisata inbound dan outbound China mencatatkan pemulihan yang stabil dan bertahap pada awal 2023. Dilihat dari sejumlah indikator utama seperti pencarian tiket pesawat dan intensi perjalanan, Jepang, Korea Selatan, Thailand, serta Hong Kong dan Makau di China selatan kemungkinan akan menjadi destinasi wisata outbound pertama yang akan pulih, diikuti pasar jarak menengah dan jauh seperti Asia Barat dan Eropa, kata Presiden Akademi Pariwisata China Dai Bin.Shen Jiani, seorang peneliti senior di pusat riset strategis Ctrip Research Institute, meyakini bahwa dengan penyesuaian respons COVID-19 dan kebijakan keluar-masuk China, kepercayaan perjalanan para wisatawan China akan kembali pulih, dan kepercayaan konsumsi pariwisata akan pulih dengan cepat.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Fokus Berita – Penerapan tarif terbaru AS tuai penolakan dan aksi balasan
Indonesia
•
04 Feb 2025

Bank Dunia siapkan opsi dukung Ukraina atas dampak ekonomi konflik
Indonesia
•
25 Feb 2022

New Development Bank berniat perluas penggunaan mata uang lokal
Indonesia
•
01 Sep 2024

Pesawat C919 buatan China telah angkut lebih dari 500.000 penumpang
Indonesia
•
02 Sep 2024
Berita Terbaru

Feature – Tianlala bawa aroma dan manis teh susu dari China ke Indonesia
Indonesia
•
29 Jan 2026

Laba bersih Tesla anjlok 46 persen pada 2025
Indonesia
•
29 Jan 2026

Feature – Kelapa Indonesia lebih mudah masuki pasar China berkat jalur pengiriman dan kebijakan preferensial Hainan
Indonesia
•
28 Jan 2026

Penjualan EV di Indonesia naik 141 persen pada 2025, merek-merek China menonjol
Indonesia
•
27 Jan 2026
