
Fokus Berita – Pasar tenaga kerja Inggris melemah akibat kenaikan biaya buruh dan ancaman tarif AS

Foto yang diabadikan pada 18 Januari 2022 ini menunjukkan papan nama sebuah pusat kerja di Manchester, Inggris. (Xinhua/Jon Super)
Pasar tenaga kerja Inggris terus menunjukkan tanda-tanda pelemahan yang jelas, dengan tingkat pengangguran yang meningkat dan perekrutan yang stagnan di tengah kenaikan biaya tenaga kerja serta tekanan ekonomi eksternal.
London, 21 Juli (Xinhua/Indonesia Window) – Pasar tenaga kerja Inggris terus menunjukkan tanda-tanda pelemahan yang jelas, dengan tingkat pengangguran yang meningkat dan perekrutan yang stagnan di tengah kenaikan biaya tenaga kerja serta tekanan ekonomi eksternal. Para ahli telah memperingatkan bahwa ketidakpastian akibat tarif dari Amerika Serikat (AS) semakin memperburuk situasi.Data yang dirilis oleh Kantor Statistik Nasional (Office for National Statistics/ONS) Inggris pada Kamis (17/7) menunjukkan bahwa tingkat pengangguran di negara tersebut untuk kelompok usia 16 tahun ke atas mencapai 4,7 persen selama periode Maret-Mei 2025. Angka ini menandai peningkatan yang signifikan baik secara tahunan (year-on-year/yoy) maupun kuartalan (quarter-on-quarter), sehingga mendorong tingkat pengangguran ke level tertinggi dalam hampir empat tahun terakhir.Data ONS juga menunjukkan bahwa jumlah lowongan pekerjaan meningkat ke rekor tertinggi baru, mengindikasikan bahwa meski jumlah pengangguran terus meningkat, para pelaku usaha masih kesulitan untuk mengisi posisi-posisi yang tersedia."Kenaikan pajak oleh pemerintah, peningkatan upah minimum, dan perang dagang AS berdampak terhadap pasar tenaga kerja," lapor Financial Times.David Bharier, kepala penelitian di Kamar Dagang Inggris (British Chambers of Commerce/BCC), mengatakan kepada Xinhua bahwa lonjakan tajam dalam iuran asuransi nasional dan upah minimum nasional memberikan dampak signifikan terhadap data ketenagakerjaan terbaru."Penelitian BCC menunjukkan bahwa proses perekrutan tetap menjadi tantangan, dan para pelaku usaha menyebutkan biaya tenaga kerja sebagai tekanan terbesar," papar Bharier. "Tekanan keuangan yang terus meningkat ini, ditambah dengan kelangkaan keterampilan yang meluas, tetap menjadi tantangan besar bagi kalangan usaha, yang menimbulkan risiko besar terhadap investasi dan produktivitas."
Foto yang diabadikan pada 22 Juni 2023 ini menunjukkan lokasi konstruksi di Liverpool, Inggris. (Xinhua/Jon Super)
Seorang wanita berjalan melewati Bank of England di London, Inggris, pada 13 April 2022. (Xinhua/Stephen Chung)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Koridor perdagangan darat-laut luncurkan kereta kargo khusus Tahun Baru Imlek
Indonesia
•
07 Jan 2023

Sebagian besar negara UE akan dilanda resesi pada Q4 2022
Indonesia
•
12 Nov 2022

Fokus Berita – Pembangunan Jalur Sutra Digital hadirkan konektivitas dan kemakmuran
Indonesia
•
18 Apr 2024

Hainan di China perkirakan tangani 5,2 juta penumpang udara saat mudik Festival Musim Semi
Indonesia
•
08 Jan 2023


Berita Terbaru

China targetkan 100.000 kendaraan berbasis sel bahan bakar per 2030
Indonesia
•
17 Mar 2026

Negara-Negara anggota Badan Energi Internasional di Kawasan Asia-Oseania akan "segera" lepas cadangan minyak darurat
Indonesia
•
17 Mar 2026

Jepang mulai lepas cadangan minyak di tengah konflik Timur Tengah
Indonesia
•
17 Mar 2026

Menteri Energi Inggris sebut penutupan Selat Hormuz rugikan ekonomi global
Indonesia
•
17 Mar 2026
