
PBB dan mitra rilis permohonan bantuan kemanusiaan 2026 untuk Ukraina Senilai 2,3 miliar dolar AS

Warga memeriksa kerusakan rumah di wilayah Kiev, Ukraina, pada 27 Desember 2025. (Xinhua/Peter Druk)
Serangan di seluruh Ukraina dalam sehari terakhir mengakibatkan korban sipil dan gangguan terhadap layanan dasar, semuanya itu terjadi dalam suhu dingin membeku.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan mitra-mitra kemanusiaannya pada Selasa (13/1) merilis rencana kebutuhan dan respons kemanusiaan 2026 untuk Ukraina, dengan permintaan dana sebesar 2,3 miliar dolar AS, kata seorang juru bicara (jubir) PBB pada Selasa.
*1 dolar AS = 16.875 rupiah
Dana ini ditujukan untuk menyediakan bantuan penyelamat nyawa bagi lebih dari 4 juta orang, dari hampir 11 juta orang di seluruh negara itu yang diperkirakan membutuhkan bantuan kemanusiaan tahun ini, ujar Stephane Dujarric, jubir sekretaris jenderal (sekjen) PBB, dalam sebuah jumpa pers harian.
Dujarric mengatakan badan-badan kemanusiaan PBB melaporkan gangguan meluas pada pasokan listrik dan pemanas selama kondisi musim dingin yang ekstrem, yang menciptakan krisis di tengah krisis yang sudah ada, sehingga mendorong warga yang rentan ke ambang batas ketahanan mereka.
Jubir sekjen PBB itu menambahkan bahwa kebutuhan kemanusiaan masih paling mendesak di daerah garis depan dan di sepanjang perbatasan utara, tempat penembakan intensif, penghancuran infrastruktur sipil, dan gangguan berkepanjangan terhadap layanan esensial masih berlangsung.
Sementara itu, otoritas melaporkan bahwa serangan di seluruh Ukraina dalam sehari terakhir mengakibatkan korban sipil dan gangguan terhadap layanan dasar, semuanya itu terjadi dalam suhu dingin membeku, kata Dujarric. Dia menambahkan bahwa di Odesa, serangan sepanjang malam telah melukai beberapa warga sipil dan merusak bangunan tempat tinggal serta fasilitas sipil, termasuk kantor dan gedung beberapa organisasi PBB.
Di berbagai penjuru Ukraina, pemadaman listrik bergilir terus berlanjut, dan beberapa wilayah, termasuk sebagian ibu kota Kiev, tetap tanpa pemanas saat suhu turun hingga 15 derajat Celsius, ujarnya.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Sudutkan China, politisi AS munculkan narasi palsu "Volt Typhoon"
Indonesia
•
15 Apr 2024

China sambut baik sanggahan menlu Sri Lanka atas narasi ‘perangkap utang China’
Indonesia
•
29 Nov 2022

OKI: Myanmar tak penuhi kewajiban lindungi pemulangan Rohingya
Indonesia
•
24 Mar 2022

Presiden Sri Lanka berencana mundur di tengah badai protes
Indonesia
•
10 Jul 2022


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
