Goldman Sachs: Konsumen AS akan tanggung lebih dari separuh biaya tarif

Sejumlah pelanggan berbelanja di toko Target di Rosemead, Los Angeles County, California, Amerika Serikat, pada 4 Maret 2025. (Xinhua/Zeng Hui)
Pelaku usaha AS kemungkinan menanggung porsi biaya yang lebih besar karena beberapa tarif baru saja diberlakukan, sehingga butuh waktu untuk menaikkan harga ke konsumen serta menegosiasikan harga impor yang lebih rendah dengan pemasok asing.
New York City, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Konsumen Amerika Serikat (AS) akan menanggung lebih dari separuh (biaya) tarif yang diberlakukan oleh Presiden Donald Trump tahun ini, demikian menurut sebuah laporan sejumlah analis Goldman Sachs.Laporan itu, yang dipublikasikan pada Ahad (12/10), memperkirakan bahwa hingga akhir tahun, 55 persen dari biaya tarif akan dibayar oleh konsumen AS, 22 persen oleh pelaku usaha AS, 18 persen oleh eksportir asing, dan 5 persen akan dihindari (tidak dibayar secara langsung karena pengelakan)."Namun demikian, saat ini, pelaku usaha AS kemungkinan menanggung porsi biaya yang lebih besar karena beberapa tarif baru saja diberlakukan, sehingga butuh waktu untuk menaikkan harga ke konsumen serta menegosiasikan harga impor yang lebih rendah dengan pemasok asing," papar laporan tersebut.Berbeda dengan 2019, seluruh tarif yang dikenakan belum sepenuhnya dibebankan kepada konsumen, karena "perusahaan mungkin menunggu lebih lama kali ini" sebelum menaikkan harga untuk melihat apakah tarif tersebut akan tetap diberlakukan di tengah gugatan hukum, ungkap para ekonom.Menurut laporan tersebut, tarif yang diberlakukan AS telah meningkatkan harga pengeluaran konsumsi pribadi inti sebesar 0,44 persen sejak awal tahun ini, dan diperkirakan akan mendorong tingkat inflasi yang dipantau ketat menjadi 3 persen pada Desember.Laporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Harga minyak melonjak karena AS larang impor minyak mentah Rusia
Indonesia
•
09 Mar 2022

Peneliti DIW sebut Jerman telah berada dalam resesi
Indonesia
•
29 Sep 2022

Industri manufaktur Indonesia di level ekspansif saat pandemik
Indonesia
•
14 Jan 2021

Saudi Aramco ungguli Apple dan Google jadi perusahaan paling menguntungkan di dunia
Indonesia
•
31 Oct 2021
Berita Terbaru

Feature – Tianlala bawa aroma dan manis teh susu dari China ke Indonesia
Indonesia
•
29 Jan 2026

Laba bersih Tesla anjlok 46 persen pada 2025
Indonesia
•
29 Jan 2026

Feature – Kelapa Indonesia lebih mudah masuki pasar China berkat jalur pengiriman dan kebijakan preferensial Hainan
Indonesia
•
28 Jan 2026

Penjualan EV di Indonesia naik 141 persen pada 2025, merek-merek China menonjol
Indonesia
•
27 Jan 2026
