
China tolak keras persaingan senjata di luar angkasa

Seorang pria mengunjungi pameran pencapaian China dalam bidang eksplorasi dan navigasi antariksa di Makau, China selatan, pada 28 November 2023. Sebuah pameran pencapaian China dalam bidang eksplorasi dan navigasi antariksa dibuka pada Selasa (28/11) di Daerah Administratif Khusus (Special Administrative Region/SAR) Makau, dengan tujuan untuk menginspirasi inovasi teknologi di Makau. (Xinhua/Cheong Kam Ka)
Pemanfaatan wilayah luar angkasa secara damai diadopsi dalam draf resolusi dengan topik ‘Tidak Ada Penempatan Senjata Pertama di Luar Angkasa’ (No First Placement of Weapons in Outer Space) yang disponsori bersama oleh China, Rusia, dan negara-negara lainnya.
Beijing, China (Xinhua) – Juru Bicara Kementerian Pertahanan Nasional China Zhang Xiaogang menegaskan kembali penolakan tegas negara itu terhadap persaingan senjata di luar angkasa dalam sebuah konferensi pers pada Kamis (14/12).Saat menanggapi pertanyaan media, juru bicara itu menyampaikan bahwa China secara konsisten mengadvokasi pemanfaatan wilayah luar angkasa secara damai, aktif mendorong kerja sama internasional di bidang luar angkasa, dan dengan tegas menentang upaya pemanfaatan sebagai senjata (weaponization) dan persaingan senjata di luar angkasa.Pengadopsian draf resolusi dengan topik ‘Tidak Ada Penempatan Senjata Pertama di Luar Angkasa’ (No First Placement of Weapons in Outer Space) yang disponsori bersama oleh China, Rusia, dan negara-negara lainnya yang mengantongi dukungan suara tinggi di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-78 sepenuhnya menunjukkan sikap jelas masyarakat internasional dalam mendukung negosiasi terkait instrumen hukum internasional perihal pengendalian senjata di luar angkasa, urai Zhang.Namun, sejumlah kekuatan besar tertentu bertindak melawan arus dan terus memajukan upaya weaponization terhadap luar angkasa dan mengubahnya menjadi medan perang. Langkah semacam itu rentan memicu persaingan senjata di luar angkasa, mengancam keamanan luar angkasa secara serius, dan merusak stabilitas strategis global, imbuh Zhang."Kami mendesak negara-negara terkait agar mengoreksi kesalahan mereka, mendukung, dan berpartisipasi secara konstruktif dalam negosiasi instrumen hukum terkait pengendalian senjata antariksa, dan mengambil langkah praktis untuk menegakkan tatanan internasional yang didasarkan pada hukum internasional," kata juru bicara tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Fakta konflik Rusia-Ukraina: Kremlin bantah adanya mobilisasi baru
Indonesia
•
10 Jan 2023

PM Hongaria tolak upaya integrasi Ukraina ke NATO dan UE
Indonesia
•
24 Jun 2025

China: Pengkhianatan AS terkait Taiwan akan cederai kredibilitas nasionalnya
Indonesia
•
03 Aug 2022

Saudi tutup sementara akses umroh cegah virus corona
Indonesia
•
27 Feb 2020


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
