
PM Denmark kecam ‘sekutu terdekat’ dalam pidato tahun baru di tengah ketegangan baru di Greenland

Warga berpawai untuk menyampaikan protes di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kopenhagen, ibu kota Denmark, pada 29 Maret 2025. (Xinhua/Liu Zhichao)
Pembicaraan tentang akuisisi Greenland disinggung oleh PM Denmark Mette Frederiksen, tanpa menyebut Amerika Serikat yang telah menunjuk Gubernur Louisiana Jeff Landry sebagai utusan khusus AS untuk Greenland pada 21 Desember 2025.
Oslo, Norwegia (Xinhua/Indonesia Window) – Perdana Menteri (PM) Denmark Mette Frederiksen pada Kamis (1/1) malam waktu setempat mengecam dimulainya kembali pembicaraan tentang akuisisi Greenland, mengatakan bahwa "sekutu terdekat" Denmark tidak boleh memperlakukan negara lain dan rakyatnya sebagai sesuatu yang bisa dibeli dan dimiliki.Tanpa secara eksplisit menyebut Amerika Serikat (AS), Frederiksen mengatakan bahwa tahun lalu diwarnai dengan "ancaman, tekanan, dan pembicaraan yang merendahkan" dari sebuah negara yang digambarkannya sebagai "sekutu terdekat Denmark sepanjang masa".Berbicara dari kediaman resminya, Frederiksen membahas berbagai isu, termasuk ekonomi dan kesejahteraan sosial, tetapi hanya menggunakan kata-kata keras ketika membahas tekanan geopolitik yang dihadapi negara tersebut, khususnya mengenai wilayah Arktik di Greenland."Kini lagi-lagi konflik mengenai Greenland, yang menyangkut Kerajaan (Denmark)," kata Frederiksen, mengacu pada konflik diplomatik baru. Dia mengkritik pola pikir di balik tekanan tersebut sebagai pandangan terhadap dunia yang sudah ketinggalan zaman "tentang keinginan untuk mengambil alih negara lain, rakyat lain. Seolah-olah itu adalah sesuatu yang bisa dibeli dan dimiliki"."Kami memikul tanggung jawab kami di dunia. Bukan kami yang mencari konflik," katanya. "Namun, saya pastikan: Apa pun yang terjadi, kami akan berdiri teguh soal mana yang benar dan salah."Pernyataan itu disampaikan PM Denmark tersebut setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan penunjukan Gubernur Louisiana Jeff Landry sebagai utusan khusus AS untuk Greenland pada 21 Desember 2025, kembali menimbulkan ketegangan diplomatik antara Washington dan Kerajaan Denmark.Sejak mulai menjabat pada Januari 2025, Trump telah berulang kali menyatakan minatnya untuk menguasai Greenland. Dia mengatakan tidak akan mengesampingkan penggunaan "koersi militer atau ekonomi" untuk mencapai tujuan tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Haji1443 – Suhu maksimum di Tanah Suci antara 42-44 derajat Celsius
Indonesia
•
04 Jul 2022

10 orang tewas dan 30 luka dalam serangan bunuh diri di Pakistan barat daya
Indonesia
•
01 Oct 2025

Trump pertimbangkan untuk "kurangi secara bertahap" serangan terhadap Iran
Indonesia
•
21 Mar 2026

COVID-19 – Moskow akan vaksinasi 7 juta orang dalam jangka panjang
Indonesia
•
09 Dec 2020


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
