
Pemerintahan Trump gugat Universitas California atas dugaan antisemitisme

Orang-orang berpartisipasi dalam aksi protes pro-Palestina di Universitas California Los Angeles (UCLA), California, Amerika Serikat, pada 25 April 2024. (Xinhua)
Pemerintahan Trump gugat Universitas California atas dugaan antisemitisme, yang disebut sebagai tindakan menciptakan lingkungan kerja yang tidak ramah bagi pengajar dan staf Yahudi serta Israel.
Los Angeles, Amerika Serikat (Xinhua/Indonesia Window) – Pemerintahan Donald Trump pada Selasa (24/2) mengajukan gugatan terhadap Universitas California (UC) atas apa yang mereka sebut sebagai "tindakan menciptakan lingkungan kerja yang tidak ramah bagi pengajar dan staf Yahudi serta Israel di kampus Universitas California Los Angeles (UCLA)."
Gugatan tersebut, yang diajukan ke pengadilan distrik federal di Los Angeles, menuduh pihak universitas telah "menutup mata, dan terkadang memfasilitasi, tindakan antisemitisme yang tidak pantas dan secara sistematis mengabaikan permintaan bantuan dari karyawan Yahudi dan Israel yang merasa ketakutan."
"Berdasarkan penyelidikan kami, para administrator UCLA diduga membiarkan antisemitisme yang ganas berkembang di dalam kampus, sehingga membahayakan mahasiswa maupun staf," ujar Jaksa Agung Amerika Serikat (AS) Pamela Bondi dalam sebuah pernyataan.
Pada Juli 2025, pemerintahan Trump menangguhkan dana hibah penelitian federal senilai sekitar 584 juta dolar AS untuk UCLA, merujuk pada dugaan kegagalan pihak universitas dalam menanggapi antisemitisme. Pada Agustus, pemerintahan Trump menuntut UCLA untuk membayar ganti rugi sebesar 1 miliar dolar AS guna menyelesaikan tuduhan antisemitisme tersebut.
*1 dolar AS = 16.830 rupiah
Seorang hakim federal dari Distrik Utara California memerintahkan pemerintahan Trump untuk mengembalikan dana hibah penelitian medis UCLA sebesar 500 juta dolar AS pada September.
Pada musim semi 2024, gelombang unjuk rasa pro-Palestina meluas di berbagai kampus perguruan tinggi di AS, termasuk di beberapa dari 10 kampus UC. Lebih dari 200 pengunjuk rasa pro-Palestina ditangkap pada 2 Mei 2024 saat pihak kepolisian bergerak untuk membubarkan perkemahan (encampment) di UCLA.
Laporan: Redaksi
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

PM Lebanon desak pemimpin Palestina akhiri bentrokan bersenjata di kamp pengungsi
Indonesia
•
06 Aug 2023

Presiden Biden hapus larangan perjalanan dari negara Muslim dan Afrika
Indonesia
•
22 Jan 2021

Ismail Sabri perdana menteri baru Malaysia
Indonesia
•
21 Aug 2021

Protes rencana reformasi pensiun pemerintah di Prancis berlanjut
Indonesia
•
08 Feb 2023


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
