
Peneliti China temukan kosmetik timbal putih hasil sintesis paling awal di dunia

Seorang pengunjung mencoba krim perontok bulu di Seoul International Cosmetics and Beauty Expo 2022 di Seoul, Korea Selatan (Korsel), pada 27 Mei 2022. Pameran itu pertama kali diadakan pada 1987 dan telah berkembang menjadi pameran industri kecantikan terkenal di negara itu, yang menyediakan platform bisnis profesional dan tren kecantikan terbaru di Korsel. (Xinhua/Wang Yiliang)
Kosmetik timbal putih yang disintesis telah digunakan oleh masyarakat China kuno pada awal Periode Musim Semi dan Musim Gugur (770-476 SM), beberapa ratus tahun lebih awal daripada yang ditemukan di Yunani kuno.
Beijing, China (Xinhua) – Para peneliti China menemukan residu paling awal yang diketahui dari kosmetik timbal putih hasil sintesis di dunia dalam sebuah studi arkeologi baru di Provinsi Shaanxi, China barat laut.Temuan dari studi yang dilakukan oleh University of Chinese Academy of Sciences (UCAS) dan Akademi Arkeologi Shaanxi itu diterbitkan baru-baru ini di jurnal Humanities and Social Sciences Communications.Timbal putih adalah salah satu pigmen terpenting dalam sejarah manusia, dan sintesisnya telah mendorong perkembangan seni dan kosmetik, menurut penelitian tersebut.Para peneliti menyelidiki beberapa residu kosmetik putih dari satu set peralatan perunggu, yang digali di sebuah makam dari situs Desa Liangdai yang berasal dari abad ke-8 SM, melalui analisis FTIR, XRD, SEM-EDS, radioaktif dan isotop karbon stabil.Hasilnya menunjukkan bahwa masyarakat China kuno telah menggunakan kosmetik timbal putih yang disintesis pada awal Periode Musim Semi dan Musim Gugur (770-476 SM), beberapa ratus tahun lebih awal daripada yang ditemukan di Yunani kuno, kata Han Bin, peneliti utama sekaligus asisten peneliti khusus di UCAS.Han menyatakan bahwa ada perbedaan pandangan tentang asal-usul timbal putih sintetis di China di antara para peneliti internasional, dan beberapa di antaranya percaya bahwa teknologi di China bukan berasal dari area setempat dan mungkin telah diperkenalkan dari Eropa atau Mesir kuno.Penelitian itu mengungkapkan bahwa timbal putih yang disintesis yang ditemukan di China barat laut diproduksi dengan metode pengendapan alih-alih metode korosi yang dipraktikkan di Yunani kuno.Kedua wilayah memiliki pendekatan yang berbeda dalam sintesis, yang menunjukkan asal-usul independen dan pengembangan sintesis timbal putih, kata Han.Menurut penelitian itu, produksi massal timbal putih sintetis dengan biaya lebih rendah mendorong meluasnya penggunaan riasan putih di China dan kawasan Mediterania, yang memicu "revolusi kosmetik."Penemuan terbaru itu membuktikan bahwa sejak awal Periode Musim Semi dan Gugur di China, orang-orang telah tertarik dengan pemutihan kulit, kata Yang Yimin, seorang profesor di UCAS."Ketertarikan pada keindahan merangsang perkembangan kimia dalam sejarah manusia," imbuhnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

10 paspor paling kuat di dunia
Indonesia
•
21 Dec 2022

Museum Tembok Besar China keluarkan seruan global terkait peninggalan budaya
Indonesia
•
27 Jul 2023

Kamboja sulap bekas ladang ranjau jadi lahan subur untuk pertanian, urbanisasi, dan pembangunan
Indonesia
•
28 Nov 2024

Media: Long COVID buat jutaan warga AS kehilangan kesempatan untuk lanjutkan karier
Indonesia
•
28 Aug 2024


Berita Terbaru

Feature – Mengenal ‘catsitter’: Merawat kucing, menjaga kepercayaan
Indonesia
•
25 Sep 2026

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026
