Penembakan terjadi di sekitar penyelenggaraan Festival Budaya Lembah Baliem, dua warga sipil terluka

Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa saat berada di Festival Budaya Lembah Baliem yang berlangsung pada 7–10 Agustus 2026 di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan. (Kementerian Pariwisata RI)

 Pascapenembakan, Festival Lembah Baliem di hari kedua terpaksa dihentikan guna memastikan agar situasi dan keamanan dapat terkendali.

 

Jakarta (Indonesia Window) – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sangat menyesalkan insiden penembakan yang terjadi pada Sabtu 8 Agustus 2026 di sekitar penyelenggaraan Festival Budaya Lembah Baliem dan mengakibatkan dua warga sipil terluka.

Kemenpar menyampaikan empati kepada korban dan keluarga, serta mendoakan untuk kepulihan keduanya, ungkap Kemenpar dalam situs jejaringnya pada Senin (8/8). Festval Budaya Lembah Baliem ke-34 berlangsung pada 7-10 Agustus 2026 di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan.

Pada hari pertama pembukaan Festival Budaya Lembah Baliem, Wakil Menteri Pariwisata dan Tim Kementerian Pariwisata hadir langsung di lokasi dan menyaksikan rangkaian kegiatan festival berlangsung dengan aman, meriah, dan kondusif.

Insiden tersebut terjadi pada hari kedua penyelenggaraan festival. Pada saat kejadian, Wakil Menteri Pariwisata dan tim Kementerian Pariwisata sudah berada di Jayapura, untuk selanjutnya kembali ke Jakarta.

Saat ini, kondisi Wakil Menteri Pariwisata dan seluruh tim Kementerian Pariwisata sudah berada di Jakarta dalam kondisi baik.

Kementerian Pariwisata terus berkordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya untuk meng-update kondisi pasca penembakan.

Update yang didapatkan oleh Kemenpar dari Pemkab Jayawijaya, menunjukan kondisi di lapangan sudah kondusif dan aman, karena gabungan personil TNI dan polisi terus memantau serta meningkatkan keamanan.

Pascapenembakan, Festival Lembah Baliem di hari kedua terpaksa dihentikan guna memastikan agar situasi dan keamanan dapat terkendali.

Saat ini rangkaian terakhir Festival Budaya Lembah Baliem yaitu ‘Karnaval Budaya Nusantara’ sedang berlangsung di pusat kota Wamena tepatnya depan Kantor Bupati Jayawijaya.

Lokasi karnaval ini berada cukup jauh dari lokasi penembakan kemarin, dengan peningkatan pengamanan saat acara berlangsung.

Kemenpar berharap proses penanganan oleh aparat dapat berjalan dengan baik, situasi segera kembali kondusif, dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman.

Bagi Kemenpar, festival budaya seharusnya menjadi ruang perjumpaan dan titik temu berbagai perbedaan. Di sanalah masyarakat, wisatawan, dan berbagai komunitas dapat saling mengenal, serta merayakan kekayaan budaya Papua dalam suasana damai.

Kemenpar menghormati proses penanganan yang dilakukan aparat berwenang dan mengajak seluruh pihak untuk tetap tenang, menahan diri, tidak terprovokasi, dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Budaya harus terus menjadi jembatan yang menyatukan. Festival Lembah Baliem adalah milik masyarakat Papua dan kebanggaan Indonesia yang harus kita jaga bersama sebagai ruang damai, aman, dan penuh persaudaraan.

Laporan: Redaksi

Bagikan

Komentar

Berita Terkait