Rusia memveto draf resolusi DK PBB tentang senjata pemusnah massal di luar angkasa

Para perwakilan memberikan suara mereka terhadap draf resolusi tentang penempatan senjata pemusnah massal di luar angkasa dalam rapat Dewan Keamanan di markas besar PBB di New York pada 24 April 2024. (Xinhua/Foto PBB/Loey Felipe)
Penempatan senjata pemusnah massal (weapons of mass destruction/WMD) di luar angkasa telah diatur dalam Perjanjian Luar Angkasa tahun 1967.
PBB – (Xinhua) – Rusia pada Rabu (24/4) memveto draf resolusi Dewan Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang penempatan senjata pemusnah massal (weapons of mass destruction/WMD) di luar angkasa.Draf resolusi yang diajukan oleh Amerika Serikat (AS) dan Jepang itu mengantongi 13 dukungan dari 15 anggota DK PBB. Rusia, yang memiliki hak veto, menolak draf resolusi tersebut. Sementara itu, China memilih abstain.Sebelum pemungutan suara, DK PBB menolak amendemen draf resolusi yang diusulkan oleh Rusia dan China untuk memasukkan larangan penempatan semua jenis senjata di luar angkasa.Perwakilan tetap Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, menuduh AS dan Jepang menyuguhkan "pertunjukan kotor" di DK PBB dengan mengajukan draf resolusi tersebut.
Vassily Nebenzia, perwakilan tetap Rusia untuk PBB, berbicara dalam sebuah konferensi pers di markas besar PBB di New York pada 3 April 2023. (Xinhua/Foto PBB/Mark Garten)
Bagikan
Komentar
Berita Terkait

Saudi buka penerbangan internasional akhir Maret 2021
Indonesia
•
28 Jan 2021

Thailand perketat kontrol perbatasan usai putus pasokan listrik ke Myanmar
Indonesia
•
07 Feb 2025

Hamas akan hentikan negosiasi gencatan senjata jika Israel serang Rafah
Indonesia
•
03 May 2024

Iklan masker kesehatan Inggris dihentikan karena klaim menyesatkan
Indonesia
•
04 Mar 2020
Berita Terbaru

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026

Aktivis AS berencana gelar aksi protes kedua, tuntut agen federal hengkang dari Minnesota
Indonesia
•
29 Jan 2026

Badan Pangan PBB akan hentikan operasi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, akhiri kontrak 360 pegawai
Indonesia
•
29 Jan 2026

Swedia luncurkan program baru untuk tekan kekerasan laki-laki terhadap perempuan
Indonesia
•
29 Jan 2026
