
Deposit uranium dalam jumlah besar ditemukan di China barat laut

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan 'drone' pada 23 November 2024 ini menunjukkan pemandangan salju di objek wisata Gunung Mingsha dan Mata Air Bulan Sabit di Dunhuang, Provinsi Gansu, China barat laut. (Xinhua/Zhang Xiaoliang)
Penemuan deposit uranium Jingchuan akan membuka kemungkinan-kemungkinan baru untuk eksplorasi uranium di China dan membantu memastikan keamanan sumber daya uranium bagi negara tersebut.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – China berhasil menemukan deposit uranium dalam jumlah besar di sebelah barat laut, yang secara signifikan meningkatkan sumber daya uranium negara tersebut.Survei Geologi China (China Geological Survey) yang berada di bawah Kementerian Sumber Daya Alam China pada Jumat (10/1) mengumumkan bahwa terobosan eksplorasi uranium dalam jumlah besar berhasil dilakukan di daerah Jingchuan di Cekungan Ordos.Penemuan ini merupakan deposit uranium ultrabesar pertama di dunia yang ditemukan di kawasan yang sebagian besar dipenuhi oleh batu pasir aeolian. Bentang alam seperti itu, selain memiliki cakupan seluas 200.000 kilometer persegi di Cekungan Ordos, juga lazim ditemukan di daerah-daerah yang mengandung banyak minyak bumi (petroliferous) lainnya di China, seperti cekungan Tarim, Junggar, dan Songliao.Para ahli meyakini bahwa penemuan deposit uranium Jingchuan ini akan membuka kemungkinan-kemungkinan baru untuk eksplorasi uranium di China dan membantu memastikan keamanan sumber daya uranium bagi negara tersebut.Uranium merupakan salah satu unsur yang paling umum di kerak Bumi, dengan jumlah sekitar 500 kali lebih umum daripada emas. Meskipun tampaknya merupakan unsur yang sangat langka, sejumlah kecil uranium terdapat di mana-mana, termasuk di bebatuan, tanah, air, dan bahkan tubuh manusia. Ada juga sejumlah besar uranium yang sangat encer di lautan, yang jumlahnya mencapai sekitar empat miliar ton.Sama seperti unsur lainnya, uranium hadir dalam beberapa variasi yang berbeda dalam massa dan sifat fisik tetapi memiliki sifat kimia yang sama, yang disebut isotop.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

BPS catat ekspor pada triwulan II 2022 tumbuh 19,74 persen
Indonesia
•
05 Aug 2022

Jepang naikkan proyeksi pertumbuhan PDB jadi 1,5 persen untuk tahun fiskal 2023
Indonesia
•
23 Dec 2022

Minyak menguat di sesi Asia, dekati tertinggi sejak akhir November
Indonesia
•
29 Dec 2021

Guizhou di China barat daya berinovasi dalam mode pengiriman produk lokal ke luar negeri
Indonesia
•
23 Apr 2024


Berita Terbaru

Fokus Berita – Dari Piraeus hingga Jakarta-Bandung, kisah visi Xi Jinping tentang pembangunan bersama
Indonesia
•
11 Aug 2026

Turkiye makin diminati wisatawan China, 245.000 berkunjung dalam enam bulan
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari lengan robot hingga AI, begini teknologi China yang mulai membidik Indonesia
Indonesia
•
10 Aug 2026

Jepang dihantam gelombang kebangkrutan, 1.028 perusahaan gulung tikar dalam sebulan
Indonesia
•
10 Aug 2026
