
Fokus Berita – China tingkatkan daya komputasi sebagai katalisator ekonomi baru

Seorang pegawai memeriksa peralatan di pusat data China Mobile di Horinger, Kota Hohhot, Mongolia Dalam, China utara, pada 28 November 2023. (Xinhua/Li Zhipeng)
Pengembangan daya komputasi yang lebih kuat menjadi titik fokus utama dalam inisiatif strategis China, didorong oleh kebutuhan ekonomi digital yang sedang berkembang pesat dan inovasi dalam model bahasa besar (large language model/LLM).
Beijing, 8 Juli (Xinhua) – Di tengah kompetisi global untuk membangun kecerdasan umum buatan (artificial general intelligence/AGI), pengembangan daya komputasi yang lebih kuat menjadi titik fokus utama dalam inisiatif strategis China, didorong oleh kebutuhan ekonomi digital yang sedang berkembang pesat dan inovasi dalam model bahasa besar (large language model/LLM).Data yang diungkap pada Konferensi Ekonomi Digital Global (Global Digital Economy Conference) 2024, yang berakhir pada Jumat (5/7) di Beijing, menunjukkan bahwa per akhir tahun lalu, total rak standar yang digunakan di pusat data di seluruh negeri telah melampaui 8,1 juta di China, dengan total daya komputasi 230 EFLOPS. EFLOPS merupakan satuan kecepatan sebuah komputer. Sistem komputasi 1 EFLOPS dapat menyelesaikan 1 kuintiliun operasi floating-point per detik.Di era perangkat yang saling terhubung dan lonjakan data, daya komputasi, sebagai "energi baru" ekonomi digital, mengubah lanskap ekonomi global dengan kecepatan yang belum pernah terlihat sebelumnya, kata Wang Xiaoli dari Akademi Teknologi Informasi dan Komunikasi China (China Academy of Information and Communications Technology/CAICT) pada konferensi tersebut.Ke depannya, China menargetkan untuk mendorong daya komputasi agregat negara itu sebesar lebih dari 30 persen per 2025, menurut rencana yang dirilis oleh enam departemen pemerintah pada Oktober 2023. Rencana itu juga menargetkan total daya komputasi China untuk mencapai 300 EFLOPS per 2025.Selama proses ini, sistem komputasi dan pusat data membutuhkan tenaga listrik yang cukup besar untuk mengoperasikan dan mendinginkan perangkat keras, sehingga efisiensi energi menjadi pertimbangan penting dalam pengembangan daya komputasi.Guna memenuhi kebutuhan energi yang terus meningkat, sektor-sektor terkait di China melakukan upaya ekstensif untuk mengintegrasikan pengembangan energi hijau dengan daya komputasi. Pada konferensi yang baru saja berakhir itu, Yan Gang, direktur teknis Yovole Network, penyedia layanan pusat data komputasi awan yang berbasis di Shanghai, menguraikan strategi mereka untuk penyimpanan energi yang efisien menggunakan teknologi manajemen energi yang canggih."Pusat komputasi pintar kami menggunakan gabungan sistem pendingin, pemanas, dan daya yang menggunakan energi hidrogen, penyimpanan fotovoltaik, pendinginan evaporasi tidak langsung (indirect evaporative cooling), serta teknologi pendinginan cair (liquid cooling). Pada April lalu, kami juga bermitra dengan Tesla untuk menerapkan teknologi penyimpanan energi Megapack mereka di pusat komputasi pintar kami," jelas Yan.Sementara itu, karena permintaan akan daya komputasi yang tinggi, wilayah timur China berbagi peluang pengembangan di era digital dengan berbagai wilayah lain di negara ini.
Foto dari udara yang diabadikan pada 28 November 2023 ini menunjukkan proyek pusat teknologi keuangan Bank of China di Horinger, Kota Hohhot, Mongolia Dalam, China utara. (Xinhua/Li Zhipeng)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Inflasi Turkiye terus naik, beban masyarakat bertambah
Indonesia
•
06 Oct 2023

Trump tanda tangani perintah pemberlakuan tarif tambahan 25 persen untuk barang-barang dari India
Indonesia
•
08 Aug 2025

Presiden Prabowo, Presiden Boluarte tegaskan arah kemitraan strategis Indonesia–Peru
Indonesia
•
12 Aug 2025

Indonesia-China jajaki kerja sama di bidang pertanian hingga peternakan
Indonesia
•
02 Oct 2025


Berita Terbaru

Area hutan dunia terus menyusut, target hutan global masih jauh dari memadai
Indonesia
•
12 May 2026

Nafta langka, produsen makanan ringan terkemuka Jepang gunakan kemasan hitam-putih
Indonesia
•
12 May 2026

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026
