
China akan percepat pengembangan marikultur laut dalam dan laut lepas

Foto dari udara yang diabadikan pada 27 Juni 2023 ini menunjukkan para staf Institut Hidrobiologi Akademi Ilmu Pengetahuan China (Chinese Academy of Sciences) bekerja di Cagar Alam Nasional Lumba-Lumba Baiji Pulau Angsa Sungai Yangtze, Provinsi Hubei, China tengah. (Xinhua/Wu Zhizun)
Pengembangan marikultur laut dalam sangat membantu untuk meningkatkan pasokan pangan dari perikanan laut berkualitas tinggi, dan untuk mempercepat peningkatan marikultur sekaligus melindungi lingkungan ekologi laut.
Beijing, China (Xinhua) – China akan mempercepat pengembangan marikultur laut dalam dan laut lepas seiring negara itu melakukan upaya untuk menjaga ketahanan pangan nasional melalui peningkatan hasil laut, menurut seorang pejabat Kementerian Pertanian dan Urusan Pedesaan China.Mengembangkan marikultur di area laut dalam sangat membantu untuk meningkatkan pasokan pangan dari perikanan laut berkualitas tinggi, dan untuk mempercepat peningkatan marikultur sekaligus melindungi lingkungan ekologi laut, urai kementerian tersebut.Melonjaknya permintaan akan produk laut dan terus menyusutnya area budi daya lepas pantai menunjukkan bahwa industri marikultur di area laut dalam dan laut lepas memiliki potensi pengembangan yang besar, kata pihak kementerian.China telah membuat kemajuan dalam perkembangan teknologi marikultur dan penangkaran selektif. Output marikultur di area laut dalam China mencapai 393.000 ton pada 2022, menyumbang lebih dari 20 persen total produksi marikultur negara itu.Otoritas China baru-baru ini meluncurkan pedoman yang mendorong upaya untuk memajukan pengembangan marikultur di laut dalam dan laut lepas di seluruh rantai industri.Pedoman tersebut mencakup langkah-langkah untuk meningkatkan tata ruang marikultur, mempromosikan penelitian serta pengembangan teknologi dan peralatan marikultur, serta mengintensifkan pemantauan standar keselamatan kerja.
Foto dari udara yang diabadikan pada 17 Juli 2023 ini menunjukkan pemandangan marikultur di Jianggezhuang, wilayah Laoting, Provinsi Hebei, China utara. (Xinhua/Yang Shiyao)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

OPEC+ akan tingkatkan ‘output’ minyak pada Desember 2025
Indonesia
•
04 Nov 2025

Pengiriman ‘headset’ VR global diperkirakan tembus 15 juta unit pada 2022
Indonesia
•
06 Apr 2022

Hambatan perdagangan picu penurunan pendapatan ekspor komoditas Australia
Indonesia
•
01 Jul 2025

Harga minyak mentah Indonesia Mei naik 7,10 dolar AS per barel karena embargo Uni Eropa
Indonesia
•
06 Jun 2022


Berita Terbaru

Area hutan dunia terus menyusut, target hutan global masih jauh dari memadai
Indonesia
•
12 May 2026

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026

Sertifikat asal dari bea cukai China timur laut fasilitasi produk China masuki pasar Indonesia
Indonesia
•
10 May 2026
