
OPEC+ akan tingkatkan ‘output’ minyak pada Desember 2025

Foto yang diabadikan pada 30 November 2023 ini menunjukkan kantor pusat Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) di Wina, Austria. (Xinhua/He Canling)
Penyesuaian produksi sukarela tambahan OPEC+ sebesar 1,65 juta bph pertama kali diterapkan pada April 2023 dan kemudian diperpanjang hingga akhir 2026. OPEC menekankan bahwa jumlah produksi tersebut dapat dikembalikan sebagian atau seluruhnya secara bertahap, menyesuaikan dengan kondisi pasar.
Wina, Austria (Xinhua/Indonesia Window) – Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) dan para mitranya, yang dikenal sebagai OPEC+, pada Ahad (2/11) memutuskan untuk meningkatkan output minyak sebesar 137.000 barel per hari (bph) pada Desember.Keputusan tersebut diumumkan usai pertemuan virtual negara-negara anggota, termasuk Arab Saudi, Rusia, Irak, Uni Emirat Arab, Kuwait, Kazakhstan, Aljazair, dan Oman, untuk meninjau kondisi pasar global dan prospek ekonomi, ungkap OPEC dalam sebuah pernyataan."Dengan mempertimbangkan prospek ekonomi global yang stabil dan fundamental pasar yang sehat saat ini, sebagaimana tercermin dalam tingkat persediaan minyak yang rendah, delapan negara partisipan memutuskan untuk melakukan penyesuaian produksi sebesar 137.000 bph dari penyesuaian sukarela tambahan sebesar 1,65 juta bph yang diumumkan pada April 2023. Penyesuaian ini akan diterapkan pada Desember 2025," papar pernyataan tersebut."Setelah Desember, karena faktor musiman, delapan negara tersebut juga memutuskan untuk menangguhkan peningkatan produksi pada Januari, Februari, dan Maret 2026," sebut OPEC.Penyesuaian produksi sukarela tambahan kelompok tersebut sebesar 1,65 juta bph pertama kali diterapkan pada April 2023 dan kemudian diperpanjang hingga akhir 2026. OPEC menekankan bahwa jumlah produksi tersebut dapat dikembalikan sebagian atau seluruhnya secara bertahap, menyesuaikan dengan kondisi pasar.Delapan negara itu akan kembali menggelar pertemuan pada 30 November mendatang untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Toyota Indonesia gandeng CATL kembangkan baterai kendaraan elektrifikasi
Indonesia
•
22 Apr 2026

Minyak menuju penurunan pekanan tiga persen karena rilis stok darurat
Indonesia
•
08 Apr 2022

Feature – Produk China picu peningkatan jumlah pengusaha digital di Kenya
Indonesia
•
23 Aug 2024

Peneliti DIW sebut Jerman telah berada dalam resesi
Indonesia
•
29 Sep 2022


Berita Terbaru

Area hutan dunia terus menyusut, target hutan global masih jauh dari memadai
Indonesia
•
12 May 2026

Nafta langka, produsen makanan ringan terkemuka Jepang gunakan kemasan hitam-putih
Indonesia
•
12 May 2026

Bank Dunia peringatkan pertumbuhan ekonomi Pasifik akan melambat jadi 2,8 persen pada 2026
Indonesia
•
13 May 2026

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026
