
Penelitian di Australia ungkap peningkatan drastis dalam penggunaan medsos di kalangan anak-anak

Ilustrasi. (Mariia Shalabaieva on Unsplash)
Penggunaan media sosial di kalangan anak-anak dan remaja meningkat drastis di Australia, dengan jumlah pengguna harian melonjak lebih dari 200 persen dari tahun 2019 ke 2022.
Canberra, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Penelitian di Australia mengungkap peningkatan drastis dalam penggunaan media sosial (medsos) di kalangan anak-anak dan remaja, dengan jumlah pengguna harian melonjak lebih dari 200 persen dari tahun 2019 ke 2022.Sejumlah peneliti dari Universitas Australia Selatan (University of South Australia/UniSA) memantau lebih dari 14.000 siswa berusia 11-14 tahun di Australia Selatan dari 2019 hingga 2022, dan menemukan pergeseran signifikan dalam cara anak muda menghabiskan waktu mereka, menurut pernyataan pers UniSA pada Rabu (19/11).Selama periode empat tahun tersebut, penggunaan medsos harian melonjak dari 26 persen menjadi 85,4 persen, sementara jumlah nonpengguna anjlok dari 30,6 persen menjadi 2,6 persen. Di sisi lain, partisipasi dalam aktivitas olahraga, membaca, musik, dan seni mengalami penurunan tajam, menurut studi yang diterbitkan dalam JAMA Network Open.Persentase anak-anak yang tidak pernah membaca sebagai hiburan meningkat dari 10,8 persen menjadi 52,6 persen, dan persentase anak-anak yang tidak terlibat dalam kegiatan seni naik dari 25,7 persen menjadi 70,4 persen, kata laporan tersebut."Tidak diragukan lagi bahwa medsos telah menjadi bagian yang begitu melekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak," menggantikan aktivitas yang mendukung perkembangan sehat, kata peneliti UniSA Mi Zhou, salah satu penulis korespondensi (corresponding author) dalam studi tersebut.Temuan ini muncul saat Australia bersiap untuk menerapkan pembatasan inovatif terhadap akses medsos bagi anak-anak di bawah usia 16 tahun, yang menjadi dasar penting untuk mengevaluasi bagaimana intervensi semacam itu memengaruhi pola aktivitas setelah pulang sekolah pada remaja.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Bayi panda raksasa kembar sapa pengunjung pertama di Kebun Binatang Berlin, Jerman
Indonesia
•
16 Oct 2024

Feature – Usia bukan penghalang di Olimpiade Paris 2024
Indonesia
•
26 Jul 2024

Perangkat berteknologi tinggi jadi asisten ‘pintar’ untuk kesehatan masyarakat China
Indonesia
•
29 Dec 2022

Generasi Z di AS lebih khawatirkan kekerasan bersenjata daripada perubahan iklim
Indonesia
•
30 Sep 2022


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
