
Pakar PBB desak Israel akhiri "kampanye kelaparan" di Gaza

Warga Palestina menunggu pasokan bantuan makanan di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 14 Februari 2024. (Xinhua/Yasser Qudih)
Penghancuran mata pencaharian nelayan oleh Israel telah merusak hak atas makanan bagi rakyat di Gaza dan mendorong mereka ke jurang bencana kelaparan.
Jenewa, Swiss (Xinhua) – Seorang pakar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Kamis (7/3) mengecam penghancuran sistem pangan oleh Israel di Gaza dan mendesak diakhirinya "kampanye kelaparan" di sana.Dalam pertemuan sesi ke-55 Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB, Michael Fakhri, selaku pelapor khusus PBB untuk hak atas pangan, mengatakan hampir 75 persen sektor perikanan di Gaza telah hancur akibat pengeboman Israel."Israel melancarkan kampanye kelaparan terhadap rakyat Palestina di Gaza ... dengan menargetkan para nelayan kecil," ujar pakar HAM independen tersebut.
Orang-orang memancing di Kota Khan Younis, Jalur Gaza selatan, pada 17 Desember 2023. (Xinhua/Rizek Abdeljawad)
Warga Palestina menunggu bantuan makanan di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 14 Februari 2024. (Xinhua/Yasser Qudih)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Trump masih pikir-pikir untuk perintahkan pasukan darat AS masuk ke Iran
Indonesia
•
10 Mar 2026

AS dan Iran capai kesepakatan damai, penandatanganan digelar 19 Juni
Indonesia
•
15 Jun 2026

Arab Saudi berencana tambah jumlah jamaah umroh 120.000 per hari
Indonesia
•
15 Aug 2021

Lebih dari 100 eks pejabat dan anggota parlemen dari Partai Republik dukung Kamala Harris jadi presiden AS
Indonesia
•
20 Sep 2024


Berita Terbaru

Badan Maritim PBB hentikan evakuasi setelah serangan di Teluk Oman, 11.000 pelaut terjebak di Selat Hormuz
Indonesia
•
26 Jun 2026

Iran desak AS hentikan interpretasi yang bertentangan dengan MoU perdamaian
Indonesia
•
26 Jun 2026

Arab Saudi tangguhkan perjalanan ke tiga negara Afrika, cegah penyebaran Ebola
Indonesia
•
26 Jun 2026

Oman tegaskan Selat Hormuz tak akan kenakan biaya transit, jamin navigasi tetap aman
Indonesia
•
26 Jun 2026
