
Kebijakan perdagangan AS masih mengkhawatirkan bagi sektor teknologi Malaysia

Foto yang diabadikan pada 10 April 2025 ini menunjukkan area Bukit Bintang di Kuala Lumpur, Malaysia. (Xinhua/Chong Voon Chung)
Penjualan semikonduktor global untuk 2025 diperkirakan akan terus tumbuh, namun para analis tetap berhati-hati dengan prospek sektor teknologi Malaysia mengingat ketidakpastian yang masih ada seputar kebijakan perdagangan Amerika Serikat.
Kuala Lumpur, Malaysia (Xinhua/Indonesia Window) – Meskipun penjualan semikonduktor global untuk 2025 diperkirakan akan terus tumbuh, para analis tetap berhati-hati dengan prospek sektor teknologi Malaysia mengingat ketidakpastian yang masih ada seputar kebijakan perdagangan Amerika Serikat (AS).TA Securities dalam catatannya baru-baru ini mengatakan bahwa jika AS menerapkan tarif khusus sektoral untuk impor semikonduktor, hal ini dapat berdampak pada permintaan pasar akhir dan pendapatan perusahaan teknologi Malaysia secara material.Menurut lembaga riset tersebut, menuju paruh kedua, ada tiga faktor utama yang berpotensi memengaruhi pendapatan sektor itu, yaitu kebijakan AS, penjualan semikonduktor global, dan kemajuan Strategi Semikonduktor Nasional Malaysia."Jika pemerintah AS melanjutkan dengan memberlakukan tarif impor semikonduktor, hal itu dapat sangat mengganggu rantai pasokan global dan mengurangi permintaan pengguna akhir," kata lembaga riset tersebut.Oleh karena itu, pihaknya meyakini bahwa risiko kebijakan akan terus berlanjut dalam beberapa bulan ke depan, yang berpotensi menyebabkan penundaan pesanan dan rencana belanja modal seiring dengan perusahaan-perusahaan mengadopsi pendekatan yang lebih konservatif sebagai respons terhadap kurangnya visibilitas kebijakan.Sementara itu, TA Securities mencatat bahwa pasar semikonduktor global masih mengalami kenaikan, dengan momentum positif diperkirakan akan berlanjut hingga paruh kedua.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

ADB pangkas pertumbuhan negara berkembang Asia karena risiko Omicron
Indonesia
•
14 Dec 2021

IEA: Krisis energi berpotensi jadi titik balik menuju masa depan lebih bersih dan aman
Indonesia
•
28 Oct 2022

Minyak stabil di tengah kekhawatiran perlambatan permintaan China
Indonesia
•
18 Apr 2022

Kamboja sambut wisatawan China dengan penghormatan meriam air
Indonesia
•
08 Feb 2023


Berita Terbaru

China targetkan 100.000 kendaraan berbasis sel bahan bakar per 2030
Indonesia
•
17 Mar 2026

Negara-Negara anggota Badan Energi Internasional di Kawasan Asia-Oseania akan "segera" lepas cadangan minyak darurat
Indonesia
•
17 Mar 2026

Jepang mulai lepas cadangan minyak di tengah konflik Timur Tengah
Indonesia
•
17 Mar 2026

Menteri Energi Inggris sebut penutupan Selat Hormuz rugikan ekonomi global
Indonesia
•
17 Mar 2026
