
Konglomerasi Kamboja-Singapura kembangkan pusat logistik modern di Phnom Penh

Foto dari udara yang diabadikan pada 8 November 2022 ini menunjukkan lokasi konstruksi bandar udara internasional baru Phnom Penh yang terletak di Provinsi Kandal, Kamboja. (Xinhua/Zhu Wei)
Pusat logistik modern akan dibangun di Phnom Penh, ibu kota Kamboja, yang merupakan kerja sama penyedia logistik utama Kamboja, WorldBridge Group, dan perusahaan solusi rantai pasokan asal Singapura, YCH Group, didukung oleh International Finance Corporation (IFC).
Phnom penh, Kamboja (Xinhua) – Penyedia logistik utama Kamboja, WorldBridge Group, dan perusahaan solusi rantai pasokan asal Singapura, YCH Group, bersama-sama akan membangun sebuah kompleks logistik modern di Phnom Penh, dengan dukungan dari International Finance Corporation (IFC), demikian menurut pernyataan pers pada Kamis (16/2).Kedua perusahaan itu menandatangani sebuah perjanjian kerja sama dengan IFC pada Rabu (15/2) di Singapura, sebut pernyataan itu, seraya menambahkan bahwa kedua penyedia logistik tersebut akan mengembangkan Cambodia SuperPortTM atau Phnom Penh Logistics Complex."Ini akan membantu mengurangi biaya logistik secara keseluruhan, meningkatkan efisiensi rantai pasokan untuk diintegrasikan ke dalam rantai pasokan regional, dan meningkatkan daya saing Kamboja," sebut pernyataan itu.Robert Yap, Executive Chairman YCH Group, menuturkan bahwa Cambodia SuperPortTM akan meningkatkan daya saing dan daya tarik Kamboja melalui infrastruktur logistik multimoda kelas dunia guna mempercepat pertumbuhan ekonomi."Kami yakin Cambodia SuperPortTM akan menjadi salah satu kekuatan pendorong utama dalam meningkatkan rantai pasokan dan konektivitas logistik bagi Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dan kawasan sekitarnya," kata Robert Yap.Logistik merupakan salah satu sektor penting bagi Kamboja untuk mencapai targetnya menjadi negara berpendapatan menengah ke atas pada 2030 dan negara berpendapatan tinggi pada 2050."Fasilitas ini akan menjadi kontributor utama bagi pertumbuhan Kamboja dengan menyediakan fasilitas untuk manufaktur generasi berikutnya di negara kerajaan itu," kata Rithy Sear, Chairman WorldBridge Group."Kami yakin bahwa kemampuan Cambodia SuperPortTM sebagai pusat manufaktur dengan nilai tambah logistik akan meningkatkan posisi Kamboja di kawasan tersebut dan (Cambodia SuperPortTM) akan menjadi kontributor utama bagi perekonomian negara kerajaan itu," imbuhnya.IFC akan mendukung kedua konglomerasi tersebut dalam memperkuat aspek teknis, komersial, hukum, serta lingkungan dan sosial dari proyek pembangunan pusat logistik modern itu, guna menjadikannya investasi yang menguntungkan dan sukses untuk menarik pendanaan dari para pemberi pinjaman internasional, urai pernyataan itu.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Produksi batu bara China naik selama libur Festival Musim Semi
Indonesia
•
09 Feb 2022

Terusan Suez uji coba jalur baru untuk tingkatkan lalu lintas pelayaran
Indonesia
•
31 Dec 2024

Restoran berbintang Michelin dorong lonjakan wisata kuliner di Turkiye
Indonesia
•
19 May 2024

Pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Dalian akan bentuk visi terpadu untuk pembangunan
Indonesia
•
19 Jun 2024


Berita Terbaru

China targetkan 100.000 kendaraan berbasis sel bahan bakar per 2030
Indonesia
•
17 Mar 2026

Negara-Negara anggota Badan Energi Internasional di Kawasan Asia-Oseania akan "segera" lepas cadangan minyak darurat
Indonesia
•
17 Mar 2026

Jepang mulai lepas cadangan minyak di tengah konflik Timur Tengah
Indonesia
•
17 Mar 2026

Menteri Energi Inggris sebut penutupan Selat Hormuz rugikan ekonomi global
Indonesia
•
17 Mar 2026
