Penjualan senjata AS ke Taiwan berlanjut meski ada protes dari China

AGM/RGM/UGM-84 Harpoon milik Angkatan Laut AS. (seaforces.org)
Penjualan senjata AS ke Taiwan yang disetujui termasuk 60 rudal AGM-84L-1 Harpoon Block II, empat rudal latihan ATM-84L-1 Harpoon Block II, 100 rudal taktis AIM-9X Block II Sidewinder, dan perpanjangan kontrak radar pengawasan.
Jakarta (Indonesia Window) – Penjualan senjata Amerika Serikat (AS) untuk pertahanan Taiwan akan terus berlanjut meskipun ada protes oleh Beijing terhadap persetujuan yang dibuat baru-baru ini oleh Washington atas penjualan sistem senjata ke Taipei, kata juru bicara pemerintah AS, Selasa (6/9).Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Vedant Patel mengatakan "tidak ada alasan bagi China untuk bereaksi" terhadap persetujuan AS atas paket senjata senilai 1,1 miliar dolar AS pekan lalu karena sistem itu untuk tujuan defensive, kantor berita Taiwan CNA melaporkan pada Rabu."Amerika Serikat telah memberikan kemampuan pertahanan ke Taiwan selama beberapa dekade, yang sejalan dengan komitmen lama kami tidak hanya di bawah Undang-Undang Hubungan Taiwan, tetapi juga konsisten dengan kebijakan 'satu China' kami," katanya pada konferensi pers Selasa.“Sejalan dengan kebijakan itu, AS akan terus memenuhi kebutuhan pertahanan Taiwan. Paket ini sedang dalam pengerjaan untuk beberapa waktu karena kami memperkirakan akan dibutuhkan, karena China meningkatkan tekanannya terhadap Taiwan,” katanya."Kami telah dan kami akan terus bertanggung jawab, mantap, dan tegas dan menjaga jalur komunikasi kami tetap terbuka dengan Beijing, tetapi juga terus mendukung Taiwan ... dengan cara yang konsisten dengan kebijakan kami," lanjut Patel.Menurut Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan (DSCA) Pentagon, penjualan senjata pertahanan yang disetujui tersebut termasuk 60 rudal AGM-84L-1 Harpoon Block II, empat rudal latihan ATM-84L-1 Harpoon Block II, 100 rudal taktis AIM-9X Block II Sidewinder, dan perpanjangan kontrak radar pengawasan.Koordinator Dewan Keamanan Nasional Gedung Putih untuk Komunikasi Strategis John Kirby mengatakan paket itu mencerminkan “penilaian kami terhadap kebutuhan pertahanan diri Taiwan dalam pengertian modern, dan ancaman yang mereka hadapi, dan ancaman yang ditimbulkan oleh RRC”."Menyaksikan apa yang dilakukan RRC selama dan setelah kunjungan Ketua (Dewan Perwakilan AS) Pelosi hanya memperkuat pandangan kami bahwa hal ini jelas akan membantu Taiwan mempertahankan diri dengan lebih baik," katanya, merujuk pada latihan militer China selama sepekan di sekitar Taiwan setelah perjalanan Pelosi ke Pulau Formosa tersebut pada awal Agustus lalu.Setelah Washington mengumumkan paket senjata senilai 1,1 miliar dolar AS untuk Taiwan pada 2 September, China mengatakan akan "dengan tegas mengambil tindakan balasan yang sah dan diperlukan sehubungan dengan perkembangan situasi," menurut cuitan Liu Pengyu, Juru Bicara Kedutaan Besar China di AS.Dalam serangkaian cuitan, Liu mengulangi klaim Beijing bahwa Taiwan adalah bagian dari wilayah China dan bahwa penjualan senjata terus-menerus oleh AS mengganggu urusan dalam negeri China dan merusak kedaulatan dan keamanannya."Ini mengirimkan sinyal yang salah kepada pasukan separatis 'kemerdekaan Taiwan', dan sangat membahayakan hubungan China-AS serta perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan," cuitnya.Pengeluaran terbesar dalam paket senjata adalah perpanjangan kontrak radar pengawasan yang diperkirakan menelan biaya 655,4 juta dolar AS.Sebuah sumber militer mengatakan kepada CNA pada Sabtu pekan lalu bahwa itu bertujuan untuk memastikan kinerja Stasiun Radar Leshan di Kabupaten Hsinchu, yang memainkan peran penting dalam mendeteksi 11 rudal balistik yang ditembakkan oleh China ke perairan dekat Taiwan pada awal Agustus.Namun, sumber tersebut, yang berbicara dengan syarat anonim, menolak berkomentar apakah paket tersebut akan melibatkan peningkatan kemampuan pengawasan stasiun.*1 dolar AS = 14.928 rupiahSumber: CNA TaiwanLaporan: RedaksiBagikan
Komentar
Berita Terkait

Bantah peringatan IAEA, presiden Iran sebut negaranya tak lakukan pengayaan uranium
Indonesia
•
17 Sep 2024

Hamas tembakkan roket ke Israel saat IDF perluas operasi darat di Gaza
Indonesia
•
21 Mar 2025

AS tegaskan kembali komitmen terhadap Taiwan di tengah krisis Rusia-Ukraina
Indonesia
•
17 Feb 2022

Sidang dengar pendapat terkait insiden lepasnya panel pintu Boeing 737 MAX 9 akan digelar
Indonesia
•
09 Aug 2024
Berita Terbaru

Nilai mata uang Iran anjlok ke level terendah dalam sejarah di tengah tekanan ekonomi
Indonesia
•
29 Jan 2026

Aktivis AS berencana gelar aksi protes kedua, tuntut agen federal hengkang dari Minnesota
Indonesia
•
29 Jan 2026

Badan Pangan PBB akan hentikan operasi di wilayah Yaman yang dikuasai Houthi, akhiri kontrak 360 pegawai
Indonesia
•
29 Jan 2026

Swedia luncurkan program baru untuk tekan kekerasan laki-laki terhadap perempuan
Indonesia
•
29 Jan 2026
