
Peneliti Australia ungkap perubahan otak regional progresif pada penderita parkinson

Ilustrasi. (Robina Weermeijer on Unsplash)
Penyakit Parkinson menyebabkan perubahan yang signifikan dan progresif pada pembuluh darah otak, mengubah pemahaman tentang penyakit tersebut, yang membuka potensi bagi jalur pengobatan baru.
Sydney, Australia (Xinhua/Indonesia Window) – Sebuah tim peneliti di Australia menemukan bahwa penyakit Parkinson menyebabkan perubahan yang signifikan dan progresif pada pembuluh darah otak, mengubah pemahaman tentang penyakit tersebut, yang membuka potensi bagi jalur pengobatan baru.Penyakit Parkinson ditandai dengan endapan protein alfa-sinuklein, dan penelitian ini mengubah pemahaman tentang penyakit tersebut, dengan menunjukkan bahwa perubahan regional tertentu pada pembuluh darah di otak mendasari perkembangan penyakit tersebut, kata Neuroscience Research Australia (NeuRA) dalam sebuah rilis media pada Selasa (25/11)."Secara tradisional, para peneliti Parkinson berfokus pada akumulasi protein dan kerusakan neuronal, tetapi kami menunjukkan dampaknya pada pembuluh darah serebral, yakni pembuluh darah di otak kita," kata Derya Dik, seorang mahasiswa pascadoktoral di NeuRA, yang melakukan penelitian tersebut."Penelitian kami mengidentifikasi adanya perubahan regional tertentu pada pembuluh darah otak, termasuk peningkatan keberadaan string vessels, yang merupakan sisa-sisa kapiler yang tidak berfungsi," kata Dik.Para peneliti di NeuRA, yang bekerja sama dengan Universitas New South Wales dan Universitas Sydney, juga mengamati perubahan yang berkaitan dengan cara darah mengalir di otak dan cara sawar darah otak bekerja, ungkap temuan yang telah diterbitkan di jurnal Brain tersebut.Para peneliti meyakini bahwa dengan menargetkan perubahan-perubahan progresif dan regional tertentu tersebut mungkin dapat memperlambat kian parahnya penyakit Parkinson dan meningkatkan pemulihan bagi pasien penderita penyakit tersebut.Para peneliti kini sedang menyelidiki apakah perubahan serebrovaskular serupa juga terjadi pada jaringan otak pasca-kematian (post-mortem) dari individu-individu penderita Alzheimer dan demensia dengan jaringan badan Lewy, demikian menurut rilis media tersebut.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Studi ungkap pergerakan manusia 40 kali lebih besar dibandingkan gabungan seluruh hewan liar
Indonesia
•
01 Nov 2025

Ilmuwan China kembangkan material baru untuk desalinasi air laut
Indonesia
•
21 Apr 2024

Komputer kuantum China kini dilengkapi kapabilitas AI
Indonesia
•
22 Apr 2026

Simulasi kosmologis terbesar di dunia, berikan gambaran baru tentang alam semesta
Indonesia
•
25 Apr 2026


Berita Terbaru

Fokus Berita – Kamera profesional mulai terancam? Ponsel China hadirkan sensor 1 inci dan ‘zoom’ periskop
Indonesia
•
25 Sep 2026

Makam piramida era Romawi simpan adegan langka perjalanan Dewa Ra ke dunia bawah
Indonesia
•
25 Sep 2026

China operasikan 354.000 robot industri pada 2025, hampir 60 persen dari total dunia
Indonesia
•
24 Sep 2026

Dunia terbelah soal AI di PBB: Guterres desak aturan, Trump tolak pembatasan global
Indonesia
•
24 Sep 2026
