
Dalam sehari, UNIFIL deteksi 1.500 lebih serangan lintas batas Israel-Lebanon

Foto yang diabadikan pada 13 Oktober 2024 ini menunjukkan dampak kehancuran yang disebabkan oleh serangan udara Israel di Nabatieh, Lebanon. (Xinhua/Ali Hashisho)
Peran dan kehadiran UNIFIL di Lebanon selatan merupakan mandat dari Dewan Keamanan PBB, dan misi tersebut berkomitmen untuk mempertahankan kapasitasnya dalam mendukung solusi diplomatik berdasarkan resolusi Dewan Keamanan 1701.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) mendeteksi 1.557 insiden penembakan pada Ahad (13/10) di sepanjang Garis Biru perbatasan antara Israel dan Lebanon. Dari jumlah tersebut, 1.441 di antaranya berasal dari sisi selatan Garis Biru yang sebagian besar menghantam daerah-daerah di Sektor Timur wilayah operasi UNIFIL, demikian disampaikan seorang juru bicara (jubir) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (14/10).Angka tersebut merupakan jumlah insiden harian tertinggi sejak 8 Oktober 2023, termasuk 116 kali penembakan dari sisi utara Garis Biru ke Israel, dengan serangan drone Hizbullah di dekat Haifa dilaporkan menewaskan empat tentara Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) dan melukai beberapa orang lainnya, kata Stephane Dujarric, Juru Bicara Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres, dalam konferensi pers harian.Dujarric mengatakan bahwa lebih dari 30 orang telah tewas di Lebanon selatan sejak 10 Oktober."UNIFIL terus menilai dan meninjau semua faktor untuk menentukan posisi serta kehadiran mereka. Misi ini mengambil semua langkah yang memungkinkan untuk menjamin perlindungan bagi pasukan penjaga perdamaiannya," ujar Dujarric.Menyebutkan bahwa peran dan kehadiran UNIFIL di Lebanon selatan merupakan mandat dari Dewan Keamanan PBB, jubir itu menegaskan bahwa misi tersebut berkomitmen untuk mempertahankan kapasitasnya dalam mendukung solusi diplomatik berdasarkan resolusi Dewan Keamanan 1701, yang "merupakan satu-satunya jalan ke depan."
Pasukan Sementara Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL) berpatroli di Marjeyoun, Lebanon, pada 6 Agustus 2024. (Xinhua/Ali Hashisho)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

IMO peringatkan kapal jangan melintasi Selat Hormuz tanpa jaminan keamanan
Indonesia
•
10 Jun 2026

Pakar hukum internasional asal Inggris sebut sejarah Barat buktikan kedaulatan China atas Nanhai Zhudao
Indonesia
•
15 May 2024

TEPCO bayar 402 juta yen ke produsen jamur shiitake di Jepang, ganti rugi kerusakan reputasi
Indonesia
•
11 Mar 2024

Mahkamah Agung Israel putuskan kaum Yahudi ultra-Ortodoks harus mulai ikut wajib militer
Indonesia
•
29 Jun 2024


Berita Terbaru

Analisis – Netanyahu tolak rencana damai Gaza, Israel tetap pertahankan pasukan dan lanjutkan serangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Standar darurat 15 liter, 1,3 juta warga Palestina hanya dapat kurang dari 6 liter air
Indonesia
•
12 Aug 2026

AS cabut lebih dari 175.000 visa sejak Trump kembali menjabat
Indonesia
•
11 Aug 2026

Kolombia diguncang gempa bermagnitudo 7,4, korban tembus 111 orang
Indonesia
•
11 Aug 2026
