
Putin: Anggota BRICS dorong pertumbuhan ekonomi global seiring transformasi dunia ke arah multipolar

Foto yang diabadikan pada 20 Oktober 2024 ini menunjukkan pemandangan Kremlin Kazan di Kazan, Rusia. Kazan merupakan ibu kota Republik Tatarstan di Rusia. (Xinhua/Ding Haitao)
Peran utama BRICS dalam ekonomi global kemungkinan akan menguat karena beberapa faktor seperti pertumbuhan populasi, akumulasi modal, urbanisasi, peningkatan produktivitas tenaga kerja, dan inovasi teknologi.
Moskow, Rusia (Xinhua/Indonesia Window) – BRICS mendorong pertumbuhan ekonomi global seiring dengan transformasi dunia menuju sistem multipolar, seperti diungkapkan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam sebuah pidato pada Rabu (23/10) dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-16 di Kazan, Rusia."Perdagangan dunia dan ekonomi global secara keseluruhan sedang mengalami perubahan yang signifikan," ujar Putin, seraya menambahkan bahwa aktivitas bisnis sedang beralih ke emerging market.Namun, risiko tetap ada akibat ketegangan geopolitik serta pertumbuhan sanksi sepihak dan proteksionisme, kata Putin, sembari mencatat bahwa hal ini mengakibatkan fragmentasi perdagangan dan investasi internasional."Pertumbuhan rata-rata ekonomi BRICS pada 2024-2025 akan mencapai 3,8 persen, menurut perkiraan awal, dengan peningkatan PDB global sebesar 3,2-3,3 persen," kata Putin, seraya menambahkan bahwa hingga akhir 2024, negara-negara anggota BRICS akan menyumbang 36,7 persen dari PDB global dalam hal paritas daya beli, melampaui Kelompok Tujuh (Group of Seven/G7).Dia mengatakan bahwa dalam konteks ini, negara-negara anggota BRICS menunjukkan stabilitas berkat kebijakan makroekonomi dan keuangan yang bertanggung jawab."Tugas utamanya adalah mempromosikan penggunaan mata uang nasional untuk membiayai perdagangan dan investasi," ujar Putin. Dirinya menekankan bahwa menggunakan dolar AS sebagai senjata politik pada umumnya mengikis kepercayaan terhadap mata uang itu dan melemahkan efektivitasnya.
Seorang pengunjung mengamati baterai "Shenxing Plus" CATL di pameran Revolusi Industri Baru (New Industrial Revolution) BRICS 2024 di Xiamen, Provinsi Fujian, China tenggara, pada 10 September 2024. Forum BRICS tentang Kemitraan dalam Revolusi Industri Baru 2024 dibuka di Xiamen pada Selasa (10/9), dengan mengusung tema 'Membina Kemitraan Berkualitas Tinggi dan Memulai Perjalanan Baru dari Industrialisasi Baru' (Fostering High-Quality Partnership and Embarking on a New Journey of New Industrialization). (Xinhua/Lin Shanchuan)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Pertemuan Pemimpin Ekonomi APEC soroti pertumbuhan berkelanjutan
Indonesia
•
19 Nov 2022

Lonjakan harga kopi Vietnam timbulkan kekhawatiran tentang spekulasi pasar
Indonesia
•
15 Feb 2025

Sejumlah bandara di Beijing tingkatkan fasilitas pembayaran untuk pengunjung asing
Indonesia
•
06 Feb 2024

COVID-19 - Hampir 95 persen UMKM alami penurunan penjualan
Indonesia
•
02 Jul 2020


Berita Terbaru

China targetkan 100.000 kendaraan berbasis sel bahan bakar per 2030
Indonesia
•
17 Mar 2026

Negara-Negara anggota Badan Energi Internasional di Kawasan Asia-Oseania akan "segera" lepas cadangan minyak darurat
Indonesia
•
17 Mar 2026

Jepang mulai lepas cadangan minyak di tengah konflik Timur Tengah
Indonesia
•
17 Mar 2026

Menteri Energi Inggris sebut penutupan Selat Hormuz rugikan ekonomi global
Indonesia
•
17 Mar 2026
