
PM Kamboja sebut RCEP jadi mekanisme penting untuk jaga perdagangan bebas

Para staf menurunkan kargo dari sebuah pesawat di Bandar Udara Internasional Phnom Penh di Phnom Penh, Kamboja, pada 31 Desember 2021. (Xinhua/Van Pov)
Perdagangan bebas di kawasan mendapat perlindungan dari Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP) yang bersifat multilateral.
Phnom Penh, Kamboja (Xinhua) – Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP) merupakan sebuah mekanisme penting untuk menjaga sistem perdagangan bebas multilateral berbasis aturan dari tren antiglobalisasi dan proteksionisme, demikian disampaikan Perdana Menteri (PM) Kamboja Samdech Techo Hun Sen pada Rabu (2/11).Berpidato dalam forum tingkat tinggi RCEP di Phnom Penh, Hun Sen mengatakan bahwa meningkatnya proteksionisme merusak globalisasi dan momentum multilateralisme berbasis aturan."Dalam konteks ini, RCEP merupakan sebuah mekanisme penting dan sebuah strategi yang menunjukkan komitmen teguh kami untuk menjaga sistem perdagangan bebas multilateral berbasis aturan, menjaga keterbukaan ekonomi, dan menjunjung tinggi semangat kerja sama," sebutnya."Selain itu, RCEP memiliki potensi yang sangat besar untuk menjawab berbagai tantangan besar seperti memperkuat rantai nilai global, mempercepat digitalisasi, mengurangi dampak buruk perubahan iklim serta menangkal kecenderungan antiglobalisasi dan proteksionisme," imbuhnya.Hun Sen mengatakan bahwa RCEP juga memiliki peran krusial dalam menjaga kemakmuran dan stabilitas politik di kawasan tersebut dengan mempromosikan integrasi ekonomi dan memperkuat mekanisme kelembagaan yang ada.Mulai berlaku pada 1 Januari 2022, RCEP terdiri dari 15 negara, yakni Brunei, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, China, Jepang, Korea Selatan, Australia, dan Selandia Baru.
Sebuah truk keluar dari Pelabuhan Darat Hong Leng Huor di pinggiran barat Phnom Penh, Kamboja, pada 13 Januari 2022. (Xinhua/Phearum)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

‘Output’ minyak mentah China pada kuartal I 2022 naik 4,4 persen
Indonesia
•
25 Apr 2022

Survei Celios ungkap mayoritas warga Indonesia anggap hubungan Indonesia-China positif
Indonesia
•
20 Dec 2025

Vietnam ekspor lebih dari 1,7 juta ton kopi pada 2020
Indonesia
•
02 Jan 2021

Jalur kereta cepat yang beroperasi di China akan capai sekitar 60.000 km pada 2030
Indonesia
•
02 Jan 2025


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
