
Shenzhen jadi pintu masuk utama bagi buah-buahan Asia Tenggara ke pasar China

Foto tak bertanggal ini menunjukkan sejumlah staf sedang memeriksa buah srikaya yang diimpor dari Indonesia. (Sumber: Bea Cukai Shenzhen)
Perdagangan buah-buahan China dan negara-negara Asia Tenggara berkembang pesat melalui Shenzhen di China selatan, dengan nilai perdagangan antara kota tersebut dengan kawasan ini melebihi 469,7 miliar yuan, naik 12,9 persen secara tahunan, selama 10 bulan pertama 2022.
Shenzhen, China (Xinhua) – China adalah tujuan ekspor utama bagi buah-buahan dari sejumlah negara di Asia Tenggara, seperti Thailand dan Indonesia. Berkat jaringan transportasi yang cukup memadai dan layak serta proses bea cukai yang sangat efisien, perdagangan buah-buahan China dan negara-negara Asia Tenggara berkembang pesat.Salah satu contohnya adalah perdagangan antara beberapa negara Asia Tenggara dengan kota Shenzhen di China selatan. Menurut data statistik dari bea cukai Shenzhen, dalam 10 bulan pertama tahun ini, nilai perdagangan antara kota tersebut dengan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) melebihi 469,7 miliar yuan, naik 12,9 persen secara tahunan. Dari total nilai perdagangan itu, nilai impor-ekspor antara Shenzhen dengan Thailand dan Indonesia masing-masing mencapai 84,78 miliar yuan dan 29,96 miliar yuan, sama-sama mencatat peningkatan sebesar lebih dari 20 persen secara tahunan.Beberapa hari lalu, satu batch buah lengkeng seberat 28 ton yang berasal dari Thailand berhasil menyelesaikan proses perizinan bea cukai dengan cepat di Pelabuhan Teluk Shenzhen, dan segera diangkut ke Pasar Jiangnan di Guangzhou, pasar perdagangan buah-buahan terbesar di China selatan, untuk kemudian dijual ke berbagai lokasi di seluruh China.Menurut Chen Miaodong, manajer urusan bea cukai dari Guanglin Customs Declaration Service Co., Ltd. di Shenzhen, yang mengurus deklarasi perizinan bea cukai untuk batch lengkeng tersebut, Thailand, Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lain sudah menjadi pasar impor utama bagi perusahaannya, khususnya saat ini, ketika impor buah lengkeng, manggis, dan durian memasuki periode puncak. "Kami mengimpor buah-buahan itu sebanyak 3.000 ton lebih per bulan," ujar Chen.Shenzhen, kota yang bertetangga dengan Hong Kong, memiliki berbagai keunggulan seperti jaringan logistik penerbangan yang memadai dan jalur transportasi yang baik dan efisien. Kota tersebut kerap menjadi pintu masuk bagi buah-buahan tropis dari negara ASEAN ke pasar China.
Foto tak bertanggal ini menunjukkan sejumlah staf sedang memeriksa buah durian yang diimpor dari Thailand. (Sumber: Bea Cukai Shenzhen)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Lebih banyak bisnis asing berinvestasi di China usai upaya respons COVID-19 dioptimalkan
Indonesia
•
02 Jan 2023

Jubir Kemenlu China: AS biarkan Eropa tanggung konsekuensi krisis
Indonesia
•
03 Dec 2022

Jepang dihantam gelombang kebangkrutan, 1.028 perusahaan gulung tikar dalam sebulan
Indonesia
•
10 Aug 2026

OPEC+ akan tingkatkan ‘output’ minyak pada November 2025
Indonesia
•
06 Oct 2025


Berita Terbaru

Fokus Berita – Dari Piraeus hingga Jakarta-Bandung, kisah visi Xi Jinping tentang pembangunan bersama
Indonesia
•
11 Aug 2026

Turkiye makin diminati wisatawan China, 245.000 berkunjung dalam enam bulan
Indonesia
•
11 Aug 2026

Feature – Dari lengan robot hingga AI, begini teknologi China yang mulai membidik Indonesia
Indonesia
•
10 Aug 2026

Jepang dihantam gelombang kebangkrutan, 1.028 perusahaan gulung tikar dalam sebulan
Indonesia
•
10 Aug 2026
