
Dubes RI untuk China harapkan mitra di China manfaatkan ‘golden visa’ dan peluang investasi jangka panjang

Foto yang diabadikan pada 27 Februari 2025 ini menunjukkan Duta Besar Republik Indonesia untuk China Djauhari Oratmangun sedang menyampaikan pidato di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing. (Sumber: KBRI Beijing)
Perekonomian Indonesia mempertahankan tren pertumbuhan positif pada 2024 dan 2025, dengan laju pertumbuhan pada 2025 diperkirakan mencapai 5,1 persen.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di China pada Kamis (27/2) mengadakan acara resepsi dan konferensi pers untuk memaparkan situasi perkembangan terbaru di Indonesia dan kerja sama Indonesia-China kepada media China. Dalam kesempatan itu, Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia (RI) untuk China Djauhari Oratmangun menyatakan harapannya kepada mitra-mitra di China agar dapat memanfaatkan kebijakan Visa Emas (Golden Visa) dan peluang investasi jangka panjang dari pemerintah Indonesia.Menurut Djauhari, mitra-mitra kerja sama di China diharapkan dapat memanfaatkan peluang dari kebijakan Golden Visa yang diluncurkan tahun lalu secara maksimal, mengingat kebijakan itu bermanfaat bagi para investor dalam berbisnis dan tinggal di Indonesia untuk jangka waktu panjang.China tetap menjadi negara asal utama bagi Indonesia dalam hal penanaman modal asing pada 2024, dengan China Daratan dan Daerah Administratif Khusus (Special Administrative Region/SAR) Hong Kong masing-masing membukukan nilai investasi aktual sebesar 8,1 miliar dolar AS dan 8,2 miliar dolar AS pada tahun lalu, urai Djauhari, mengutip data statistik Indonesia.*1 dolar AS = 16.431 rupiahKBRI di China juga menambahkan bahwa pihaknya mendorong agar makin banyak mitra dan investor China mengikuti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Indonesia, yang akan menyediakan banyak peluang investasi.Sang dubes juga memaparkan bahwa perekonomian Indonesia mempertahankan tren pertumbuhan positif pada 2024 dan 2025, dengan laju pertumbuhan pada 2025 diperkirakan mencapai 5,1 persen.
Foto yang diabadikan pada 27 Februari 2025 ini menunjukkan sebuah layar yang menampilkan poster konferensi pers di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing. (Sumber: KBRI Beijing)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

RCEP beri dorongan besar bagi perdagangan dan kerja sama regional
Indonesia
•
02 Jan 2023

Wawancara – Pakar sebut C919 singkap potensi besar pasar penerbangan sipil China
Indonesia
•
13 Jun 2023

Badan Energi Internasional luncurkan “World Energy Investment” 2020 khusus Indonesia
Indonesia
•
04 Aug 2020

Frekuensi penerbangan Ethiopian Airlines ke China kembali ke level pra-COVID-19
Indonesia
•
12 Jan 2023


Berita Terbaru

China bisa jadi penopang prospek ekonomi Indonesia di tengah risiko perlambatan
Indonesia
•
11 May 2026

Bank Sentral Malaysia dan Indonesia teken MoU untuk perdalam kerja sama
Indonesia
•
11 May 2026

Sertifikat asal dari bea cukai China timur laut fasilitasi produk China masuki pasar Indonesia
Indonesia
•
10 May 2026

Permintaan cip tetap kuat di tengah ketegangan geopolitik
Indonesia
•
07 May 2026
