
Frekuensi penerbangan Ethiopian Airlines ke China kembali ke level pra-COVID-19

Foto dokumentasi yang diabadikan pada 12 Oktober 2017 ini menunjukkan sebuah pesawat Ethiopian Airlines di Bandar Udara Internasional Bole di Addis Ababa, ibu kota Ethiopia. (Xinhua/Michael Tewelde)
Ethiopian Airlines akan mengoperasikan penerbangan harian ke Guangzhou, ibu kota Provinsi Guangdong di China selatan mulai 6 Februari, sembari meningkatkan penerbangan mingguannya ke Beijing dan Shanghai menjadi masing-masing empat penerbangan.
Addis Ababa, Ethiopia (Xinhua) – Maskapai nasional Ethiopia, Ethiopian Airlines, pada Selasa (10/1) mengungkapkan bahwa frekuensi penerbangannya ke China akan kembali ke level pra-COVID-19 dalam beberapa bulan mendatang."Ethiopian Airlines, maskapai terkemuka di Afrika, dengan bangga mengumumkan bahwa frekuensi penerbangannya ke kota-kota di China akan ditingkatkan mulai 6 Februari 2023, dan pada akhirnya akan kembali ke level pra-COVID-19 pada 1 Maret 2023, menyusul pencabutan pembatasan oleh pemerintah China," kata perusahaan itu dalam pernyataannya.Mulai 6 Februari, Ethiopian Airlines akan mengoperasikan penerbangan harian ke Guangzhou, ibu kota Provinsi Guangdong di China selatan, sembari meningkatkan penerbangan mingguannya ke Beijing dan Shanghai menjadi masing-masing empat penerbangan, serta mempertahankan operasi pekanan sebanyak tiga kali ke Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan, China barat daya, kata perusahaan itu.Mulai 1 Maret, penerbangan akan dinaikkan kembali ke level pra-COVID-19 dengan penerbangan harian ke Beijing dan Shanghai serta masing-masing 10 dan empat penerbangan mingguan ke Guangzhou dan Chengdu, papar maskapai itu.Secara keseluruhan, Ethiopian Airlines akan mengoperasikan total 28 penerbangan penumpang pekanan ke China ketika layanan itu sudah pulih sepenuhnya, katanya.CEO Ethiopian Airlines Group Mesfin Tasew memuji rencana tersebut dan menekankan bahwa China adalah salah satu pasar terbesar bagi Ethiopian Airlines di luar benua Afrika."Kami senang dapat meningkatkan frekuensi penerbangan kami ke kota-kota di China berkat pelonggaran pembatasan penerbangan oleh pemerintah China," katanya. "China adalah salah satu pasar terbesar bagi Ethiopian Airlines di luar Afrika, dan peningkatan frekuensi penerbangan akan membantu menghidupkan kembali perdagangan, investasi, serta kerja sama budaya dan bilateral antara Afrika dan China di era pasca-COVID-19."Tasew mengatakan bahwa mengingat besarnya jaringan maskapai tersebut di seluruh benua Afrika, peningkatan jumlah penerbangan ke kota-kota di China akan mempererat hubungan antara Afrika dan China. "Kami ingin memperluas layanan kami ke China ke depannya," katanya.Selain penerbangan penumpang ke Guangzhou, Shanghai, Beijing, dan Chengdu, Ethiopian Airlines juga mengoperasikan penerbangan kargo ke kota Guangzhou, Shanghai, Zhengzhou, Changsha, dan Wuhan di China.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Inflasi di Argentina sentuh 98,8 persen pada Januari 2023
Indonesia
•
17 Feb 2023

Transaksi ‘business matching’ UMKM hingga Agustus 2025 capai 90,90 juta dolar AS
Indonesia
•
09 Sep 2025

Konsumsi listrik China naik 3,6 persen pada 2022
Indonesia
•
24 Jan 2023

Tarif AS hantam industri Jerman, hampir 40 persen tunda investasi
Indonesia
•
23 Jul 2026


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
