
PBB: Lebih dari 880.000 warga jadi pengungsi di Suriah

Warga Suriah yang mengungsi untuk meninggalkan Suriah tertahan di perbatasan dengan Lebanon di area perlintasan Masnaa pada 12 Desember 2024. (Xinhua/Maher Kamar)
Pergerakan kepulangan pengungsi Suriah tetap dinamis, dengan para mitra PBB mencatat lebih dari 220.000 orang telah kembali ke tanah air mereka.
PBB (Xinhua/Indonesia Window) – Lebih dari 880.000 orang telah mengungsi sejak eskalasi ketegangan terbaru di Suriah, sebut para pegiat kemanusiaan PBB pada Senin (16/12).Para mitra Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan sekitar 6 persen pengungsi hidup dengan setidaknya satu bentuk disabilitas."Pergerakan kepulangan pengungsi tetap dinamis, dengan para mitra mencatat lebih dari 220.000 orang telah kembali ke tanah air mereka pada Ahad (15/12)," kata Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA). "Selain itu, lebih dari 40.000 pengungsi tinggal di sekitar 250 pusat penampungan di Suriah timur laut."Kantor tersebut mengungkapkan bahwa PBB dan para mitranya terus mendukung respons bantuan dengan memasok makanan, air, uang tunai, tenda, dan selimut. Badan dunia ini juga terus mengerahkan tim medis dan pasokan bantuan.Bulan Sabit Merah Arab Suriah (Syrian Arab Red Crescent) dan Komite Palang Merah Internasional (International Committee of the Red Cross), bekerja sama dengan Dana Anak-Anak PBB (UNICEF), melakukan misi gabungan ke fasilitas Bendungan Tishreen di Kegubernuran Aleppo, Suriah, pada Jumat (13/12) untuk melakukan perbaikan yang mendesak dan kritis.UNICEF juga telah mengamankan pasokan bahan bakar untuk menyalakan generator cadangan, sehingga memungkinkan pengurasan bendungan yang aman dan menjaga pasokan air. Konflik di dekat bendungan tersebut pekan lalu menyebabkan pemadaman listrik berkepanjangan dan mengganggu pasokan air serta sejumlah layanan utama lainnya, yang memengaruhi kehidupan jutaan orang di daerah tersebut.
Warga Suriah bersiap untuk memasuki Suriah dari Turkiye di Gerbang Perlintasan Perbatasan Cilvegozu di Distrik Reyhanli, Hatay, Turkiye, pada 12 Desember 2024. (Xinhua/Mustafa Kaya)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Presiden Palestina sebut perang Israel di Gaza termasuk yang paling mengerikan di abad ke-20 dan ke-21
Indonesia
•
28 Sep 2025

Fokus Berita – Tahun ajaran baru dimulai, masyarakat AS desak pemerintah perangi kekerasan senjata api
Indonesia
•
29 Aug 2024

Tinjauan antidoping temukan tidak ada "hal yang disembunyikan" perihal kasus kontaminasi perenang China
Indonesia
•
16 Jul 2024

China hentikan impor makanan dari Taiwan karena terkontaminasi COVID
Indonesia
•
24 Jun 2022


Berita Terbaru

Sejuk luar dalam! Gelombang Panas Dorong Wisatawan Kunjungi Gua Karst di China
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – 41 tahun berlalu, Xi Jinping masih ingat rumah sahabatnya di Amerika: Kisah diplomasi persahabatan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Bukan sekadar menulis elok, kaligrafi China ajarkan kesabaran dan ketenangan
Indonesia
•
12 Aug 2026

Feature – Buku sejarah mulai ditinggalkan? Begini cara kreator membawanya ke media sosial
Indonesia
•
12 Aug 2026
