
Persediaan minyak global diperkirakan meningkat, harga turun dalam dua tahun

Foto yang diabadikan pada 12 Maret 2019 ini memperlihatkan pompa angguk yang beroperasi di Luling, Texas, Amerika Serikat. (Xinhua/Wang Ying)
Persediaan minyak global akan meningkat selama dua tahun ke depan dengan lebih banyak produksi minyak global ketimbang konsumsi, dan sebagian akibatnya, harga minyak mentah akan terus turun.
Houston, AS (Xinhua) – Persediaan minyak global akan meningkat selama dua tahun ke depan dengan lebih banyak produksi minyak global ketimbang konsumsi, demikian menurut perkiraan dari Administrasi Informasi Energi (Energy Information Administration/EIA) Amerika Serikat (AS) pada Selasa (10/1).Sebagian akibatnya, harga minyak mentah akan terus turun, kata EIA dalam laporan Prospek Energi Jangka Pendek (Short-Term Energy Outlook/STEO) Januari.Laporan tersebut memperkirakan bahwa produksi global bahan bakar cair akan mencapai rata-rata 102,8 juta barel per hari (bph) pada 2024, naik dari 100 juta bph pada 2022, yang didorong oleh pertumbuhan besar dalam produksi non-OPEC.Namun demikian, ketidakpastian pasokan minyak Rusia masih akan terjadi, terutama pada awal 2023, ungkap laporan tersebut, seraya memperkirakan konsumsi global bahan bakar cair akan meningkat dari rata-rata 99,4 juta bph pada 2022 menjadi 102,2 juta bph pada 2024.EIA mengatakan bahwa kekhawatiran yang sedang berlangsung sehubungan kondisi ekonomi global dan pelonggaran pembatasan COVID-19 di China meningkatkan ketidakpastian atas hasil perkiraan permintaannya.Terkait harga minyak mentah, harga minyak mentah Brent diperkirakan berada di rata-rata 83 dolar AS per barel pada 2023, turun 18 persen dari 2022, dan akan terus turun menjadi 78 dolar per barel pada 2024 karena persediaan minyak global meningkat, sehingga menekan turun harga minyak mentah.Harga bensin juga akan turun karena margin penyulingan wholesale dan harga minyak mentah turun, menurut laporan itu, seraya memperkirakan margin penyulingan bensin AS turun sebesar 29 persen pada 2023 dan turun 14 persen pada 2024, yang menyebabkan harga bensin eceran berada di rata-rata 3,30 dolar AS per galon pada 2023 dan 3,10 dolar AS per galon pada 2024.
Seorang pria mengisi bahan bakar kendaraannya di sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Millbrae, California, Amerika Serikat, pada 16 Mei 2022. (Xinhua/Li Jianguo)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

‘Pending home sales’ di AS melonjak 8,1 persen pada Januari
Indonesia
•
28 Feb 2023

Feature – San Francisco berharap pekan APEC kembali rebut hati pengunjung internasional, terutama dari China
Indonesia
•
16 Nov 2023

UE kritik tarif AS, janji beri respons tegas jika "jadi sasaran"
Indonesia
•
04 Feb 2025

Bank Dunia turunkan proyeksi ekonomi Asia Timur 2022 jadi 5 persen
Indonesia
•
05 Apr 2022


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
