
Hunter Biden dinyatakan bersalah atas tiga dakwaan pidana terkait senjata api

Hunter Biden, putra Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, terlihat usai sebuah konferensi pers di luar Gedung Capitol di Washington DC, AS, pada 13 Desember 2023. (Xinhua/Aaron Schwartz)
Persidangan Hunter Biden berlangsung hanya beberapa pekan sebelum debat pertama Presiden Biden melawan mantan Presiden Donald Trump, kandidat yang dianggap paling kuat sebagai calon presiden dari Partai Republik, yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Juni.
Washington, AS (Xinhua) – Juri yang terdiri dari 12 anggota di Negara Bagian Delaware, Amerika Serikat (AS), pada Selasa (11/6) menyatakan bahwa Hunter Biden, putra Presiden AS Joe Biden, bersalah atas tiga tuduhan kepemilikan senjata api federal. Ini menandai kali pertama seorang anak presiden yang sedang menjabat dinyatakan bersalah dalam kasus pidana.Dakwaan pidana tersebut menuduh pria berusia 54 tahun itu berbohong tentang penggunaan narkobanya saat membeli senjata api pada 2018 dan kemudian kepemilikan senjata tersebut secara ilegal selama sebelas hari. Dia mencentang opsi ‘tidak’ pada formulir pembelian senjata api federal terkait penggunaan narkoba ilegal atau kecanduan narkotika.Dalam argumen penutup mereka pada Senin (10/6), jaksa penuntut berargumen bahwa putra presiden itu telah menggunakan narkoba selama bertahun-tahun sebelum membeli senjata tersebut dan bahwa penggunaan narkoba ini masih terus berlanjut "selama berbulan-bulan setelahnya," seperti dilansir CNN.Sementara itu, tim hukum Hunter Biden menekankan bahwa tidak ada saksi yang menunjukkan penggunaan narkoba selama bulan ketika dia membeli senjata api tersebut.Hunter Biden berpotensi menerima hukuman penjara hingga 25 tahun dan denda mencapai 750.000 dolar AS, meski jarang sekali terdakwa yang baru pertama kali melakukan pelanggaran menerima hukuman maksimal.Presiden Biden dalam sebuah wawancara belum lama ini mengatakan bahwa dia tidak akan mengampuni putranya, Hunter, jika terbukti bersalah atas tuduhan pidana kepemilikan senjata api.
Hunter Biden, putra Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden, terlihat dalam sebuah konferensi pers di luar Gedung Capitol di Washington DC, AS, pada 13 Desember 2023. (Xinhua/Aaron Schwartz)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Sekjen PBB desak kolaborasi global untuk atasi tantangan yang meningkat
Indonesia
•
23 Jan 2025

Industri penerbangan Taiwan diakui global, layak ikut dalam ICAO
Indonesia
•
23 Sep 2025

Pejabat AS akhiri perjalanan pra-pilpres ke Timur Tengah, tanpa terobosan konkret
Indonesia
•
03 Nov 2024

Sekjen PBB suarakan "kekhawatiran mendalam" soal eskalasi kekerasan antara Israel dan Hizbullah
Indonesia
•
25 Jun 2024


Berita Terbaru

Xi undang 100.000 pemuda AS ke China dalam 5 tahun, panda juga segera tiba di Atlanta
Indonesia
•
25 Sep 2026

Puluhan delegasi pilih ‘walk out’ saat Netanyahu pidato di Sidang Majelis Umum PBB
Indonesia
•
25 Sep 2026

Telaah – Dari persaingan ke kerja sama, Xi dorong China-AS temukan cara hidup berdampingan
Indonesia
•
26 Sep 2026

Jumlah pengungsi Yaman tembus 129.438 orang, ribuan menyeberang ke Djibouti
Indonesia
•
23 Sep 2026
