
OPEC pangkas proyeksi permintaan minyak global 2024 dan 2025 selama 5 bulan beruntun

Foto yang diabadikan pada 30 November 2023 ini menunjukkan markas besar Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) di Wina, Austria. (Xinhua/He Canling)
Pertumbuhan permintaan minyak global untuk 2025 diperkirakan sebesar 1,45 juta bph, turun 90.000 bph dari perkiraan November 2024 sebesar 1,54 juta bph.
Wina, Austria (Xinhua/Indonesia Window) – Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) pada Rabu (11/12) kembali memangkas proyeksinya terhadap pertumbuhan permintaan minyak global tahun ini dan tahun depan. Ini merupakan revisi menurun dalam lima bulan beruntun yang dilakukan OPEC.Dalam laporan pasar minyak bulanannya yang dirilis Desember ini, OPEC memproyeksikan pertumbuhan permintaan minyak global sebesar 1,61 juta barel per hari (bph) untuk 2024, turun sekitar 210.000 bph dari pertumbuhan 1,82 juta bph yang diperkirakan pada bulan lalu.OPEC mengaitkan penyesuaian tersebut dengan data terkini untuk tiga kuartal pertama tahun ini, khususnya "data bearish" untuk kuartal ketiga.Sementara itu, OPEC memproyeksikan pertumbuhan permintaan minyak dunia untuk 2025 sebesar 1,45 juta bph, turun 90.000 bph dari perkiraan bulan lalu sebesar 1,54 juta bph. Namun, OPEC bersikeras bahwa prediksi yang telah direvisi tersebut masih dinilai sebagai "tingkat pertumbuhan yang sehat dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan sebelum pandemi."OPEC memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak global 2024 dan 2025 di dalam laporan pasar bulanannya selama empat bulan beruntun sejak Agustus. Sebelumnya, OPEC mempertahankan perkiraan pertumbuhan permintaan minyak globalnya sebesar 2,25 juta bph untuk tahun ini dan 1,85 juta bph untuk tahun depan sejak Agustus.Harga minyak secara umum mengalami tren penurunan dalam beberapa pekan terakhir karena kekhawatiran akan melambatnya permintaan global dan meningkatnya suplai dari produsen-produsen di luar aliansi OPEC+, kelompok yang terdiri dari negara-negara OPEC dan sekutunya. Harga minyak Brent, acuan minyak mentah internasional, diperdagangkan sedikit di atas 70 dolar AS per barel selama beberapa pekan terakhir, turun dari 80 dolar AS lebih pada Juli 2024.Dalam pertemuan tingkat menteri pada pekan lalu, OPEC+ sepakat untuk mempertahankan pemangkasan produksi minyak saat ini untuk kuartal pertama 2025.*1 dolar AS = 15.874 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Minyak jatuh jelang potensi kenaikan suku bunga AS yang besar
Indonesia
•
15 Jul 2022

Halifax: Harga rumah di Inggris turun dengan laju tercepat sejak 2009
Indonesia
•
09 Sep 2023

Datangi kantor pusat The Fed, Trump kembali desak penurunan suku bunga
Indonesia
•
25 Jul 2025

Peneliti Jepang sebut integrasi ekonomi di Asia-Pasifik harus terus ditingkatkan
Indonesia
•
16 Nov 2023


Berita Terbaru

90 persen wilayah Maluku adalah laut, Indonesia-China perkuat ekonomi biru di Tual
Indonesia
•
25 Sep 2026

Pertumbuhan Asia-Pasifik turun jadi 5 persen, ADB soroti konflik dan el niño
Indonesia
•
24 Sep 2026

Ekonomi global diprediksi tumbuh 2,9 persen, OECD peringatkan inflasi dan krisis energi
Indonesia
•
24 Sep 2026

Direktur IMF sebut ekonomi dunia hadapi berbagai risiko meski tunjukkan ketahanan
Indonesia
•
22 Sep 2026
