
NASA akan luncurkan misi baru untuk bantu pembuatan peta 3D Bima Sakti

Pesawat Wallops Flight Facility C-130 milik NASA mengirimkan muatan Galactic/Extragalactic ULDB Spectroscopic Terahertz Observatory (GUSTO) ke Stasiun McMurdo di Antartika pada 28 Oktober 2023. (Sumber: NASA)
Peta 3D Bima Sakti akan dibuat dalam misi GUSTO, sebuah teleskop yang diterbangkan dengan balon, untuk mengintip ke ruang di antara bintang-bintang yang disebut medium antarbintang.
Los Angeles, AS (Xinhua) – NASA sedang bersiap meluncurkan misi baru yang akan mengamati area di antara bintang-bintang, untuk membantu membuat peta 3D galaksi Bima Sakti, demikian disampaikan badan antariksa Amerika Serikat (AS) tersebut.Misi GUSTO, yang merupakan singkatan dari Galactic/Extragalactic ULDB Spectroscopic Terahertz Observatory, akan diluncurkan dari Ross Ice Shelf, dekat pangkalan penelitian Stasiun McMurdo milik National Science Foundation AS, paling cepat pada 21 Desember 2023, demikian menurut NASA.Jauh di atmosfer di atas Antartika, GUSTO, sebuah teleskop yang diterbangkan dengan balon, akan mengintip ke ruang di antara bintang-bintang yang disebut medium antarbintang.
Foto yang diabadikan pada 4 November 2023 ini menunjukkan Galaksi Bima Sakti di angkasa saat malam hari di Prefektur Ngari, Daerah Otonom Xizang, China barat daya. (Xinhua/Nie Yi)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Sebelas spesies burung liar baru telah ditemukan di Danau Baiyangdian, China utara
Indonesia
•
08 Dec 2022

China akan genjot pengembangan akuakultur laut dalam dan laut jauh
Indonesia
•
13 Jun 2023

Penelitian: Minum kopi pahit atau manis mungkin kurangi risiko kematian
Indonesia
•
31 May 2022

China akan luncurkan hingga 3 satelit cadangan BeiDou pada 2023
Indonesia
•
29 Apr 2023


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
