
Peneliti China kembangkan PlantGPT, asisten AI untuk genomik fungsional tanaman

Seorang wisatawan menggunakan ponsel cerdas untuk mengidentifikasi tanaman di Dalian, Provinsi Liaoning, China timur laut, pada 31 Mei 2025. (Xinhua/Zhang Boqun)
PlantGPT merupakan asisten kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) model bahasa besar pertama yang dirancang untuk genomik fungsional tanaman.
Beijing, China (Xinhua/Indonesia Window) – Tim peneliti China mengembangkan PlantGPT, sebuah sistem tanya jawab ahli berbasis Arabidopsis untuk genomik fungsional tanaman, yang mampu memberikan respons tepat dan analisis khusus di bidang itu, demikian dilaporkan China Science Daily.Penelitian yang dilakukan oleh tim dari Akademi Ilmu Pengetahuan China, Universitas Pertanian China Selatan dan Universitas Tsinghua ini telah dipublikasikan di jurnal Advanced Science.Di tengah meningkatnya tantangan global, seperti ketahanan pangan dan kebutuhan untuk meningkatkan kualitas tanaman, genomik fungsional menjadi kian penting dalam peningkatan hasil panen, nilai gizi, ketahanan terhadap hama, dan kemampuan beradaptasi terhadap stres.Kendati demikian, alat biologi komputasional yang ada saat ini sering kali gagal dalam menguraikan mekanisme regulasi biologis yang kompleks dan mengintegrasikan data multi-omik (multi-omics) secara efektif. Meski basis data tanaman tradisional memiliki sumber daya yang kaya, biasanya basis data tersebut membutuhkan nama gen atau ciri yang tepat untuk pencarian, lantaran kemampuan interaksinya yang terbatas.Untuk mengatasi hambatan ini, tim peneliti mengembangkan PlantGPT, asisten kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) model bahasa besar pertama yang dirancang untuk genomik fungsional tanaman.Dikembangkan dari keahlian dan literatur Arabidopsis, sistem PlantGPT memiliki kerangka kerja yang kuat untuk generalisasi pengetahuan biologi, yang melayani tiga tujuan utama, yakni mendorong pendidikan pertanian publik, membantu peneliti pemula dalam menjelajahi genomik tanaman, serta mendukung ilmuwan senior dalam pengambilan keputusan strategis.Dengan desain open source, kemudahan transfer, dan pembaruan yang kontinu, PlantGPT tidak hanya meningkatkan efisiensi penelitian dan penyebaran pengetahuan, tetapi juga membuka jalan untuk pengembangan alat AI khusus di seluruh domain vertikal.Pencapaian ini menandai lompatan besar dalam kemajuan penerapan AI pada genomik fungsional tanaman. PlantGPT saat ini tersedia daring (online) secara gratis, dan akan diperluas ke bidang biologi sintetis guna mendukung lebih banyak spesies tanaman dalam waktu dekat.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Ilmuwan Australia uji coba batuan vulkanis untuk pertanian berkelanjutan
Indonesia
•
15 Jul 2025

Studi Australia sebut perubahan iklim dapat tingkatkan krisis apnea tidur
Indonesia
•
18 Jun 2025

Rusia-China lanjutkan pembentukan pangkalan bersama di Bulan
Indonesia
•
27 Jan 2021

Perusahaan China kembangkan baterai nuklir ‘ultra-longevity’
Indonesia
•
14 Mar 2025


Berita Terbaru

Superkomputer China LineShine puncaki TOP500, jadi yang pertama tembus 2 EFLOPS
Indonesia
•
26 Jun 2026

Terobosan AI medis! Teknologi ini bisa membantu mendeteksi skizofrenia lewat gelombang otak
Indonesia
•
25 Jun 2026

Masayoshi Son: SoftBank fokus pada AI, cip, infrastruktur, dan robotik untuk percepat ekspansi
Indonesia
•
25 Jun 2026

Feature – Hampir 40 tahun jelajahi hutan, profesor BRIN temukan tiga spesies baru kantong semar, selamatkan Nepenthes Indonesia
Indonesia
•
25 Jun 2026
