
Kabut tebal selimuti Delhi dan negara bagian sekitarnya, sebabkan gangguan lalu lintas

Para pengendara sepeda motor melaju di tengah kabut tebal di Amritsar, Negara Bagian Punjab, India, pada 19 Desember 2022. (Xinhua/Str)
Polusi udara di Delhi terus memburuk dan semakin parah selama bulan-bulan musim dingin, disebabkan oleh kecepatan angin yang lambat dan pembakaran tunggul (kebakaran di lahan pertanian) di negara-negara bagian di sekitarnya.
New Delhi, India (Xinhua) – Kabut tebal menyelimuti Delhi, ibu kota India, dan negara-negara bagian di sekitarnya pada Selasa (20/12), menyebabkan gangguan pada transportasi kereta dan jalan raya, kata sejumlah pejabat.Kabut yang menyebabkan jarak pandang nol itu berdampak pada lalu lintas. Di jalanan ibu kota, lalu lintas kendaraan bergerak lambat akibat buruknya jarak pandang dan pengendara terlihat mengemudi dengan menyalakan lampu darurat.Laporan yang berdatangan dari negara-negara bagian di sekitar Deli, yaitu Punjab, Haryana, Chandigarh, dan beberapa bagian Uttar Pradesh menyebutkan bahwa kabut tebal menyelimuti wilayah mereka selama dua pagi berturut-turut.Sebuah laporan media lokal mengatakan tidak ada penerbangan yang mendarat atau lepas landas dari bandara di Chandigarh akibat kondisi jarak pandang yang buruk pada Selasa pagi.Otoritas perkeretaapian setempat pada Selasa mengungkapkan bahwa 11 perjalanan kereta dilaporkan terlambat satu hingga lima jam akibat penurunan jarak pandang.
Seorang pedagang sayur mengendarai kereta kudanya di tengah kabut tebal pada pagi hari yang dingin di Distrik Amritsar, Negara Bagian Punjab, India utara, pada 19 Desember 2022. (Xinhua/Str)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

COVID-19 – China imbau rumah sakit tingkatkan Pengobatan Tradisional China
Indonesia
•
01 Feb 2023

Kenya pertimbangkan dirikan suaka untuk bongo gunung dan badak hitam
Indonesia
•
08 Aug 2022

Studi: Tisu toilet jadi 'bahan kimia abadi' dalam air limbah di seluruh dunia
Indonesia
•
09 Mar 2023

WHO nyatakan darurat kesehatan global wabah cacar monyet
Indonesia
•
24 Jul 2022


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
