
Yunani hadapi penurunan demografis akibat rendahnya angka kelahiran dan peningkatan lansia

Bulan purnama terlihat melatari Kuil Kuno Poseidon di Cape Sounion, Sounion, Yunani, pada 9 Agustus 2025. (Xinhua/Marios Lolos)
Populasi Yunani menyusut lebih dari 400.000 jiwa dalam 13 tahun terakhir yang diakibatkan oleh merosotnya angka kelahiran, meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia (lansia), dan arus migrasi keluar negeri.
Athena, Yunani (Xinhua/Indonesia Window) – Populasi Yunani menyusut lebih dari 400.000 jiwa dalam 13 tahun terakhir yang diakibatkan oleh merosotnya angka kelahiran, meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia (lansia), dan arus migrasi keluar negeri, menurut laporan media Yunani pada Sabtu (23/8).Mengutip penelitian oleh Laboratorium Analisis Demografi dan Sosial di Universitas Thessaly, harian To Vima melaporkan bahwa tren penurunan ini diperkirakan akan terus berlanjut selama beberapa dekade mendatang, dengan jumlah kematian secara konsisten diproyeksikan melampaui angka kelahiran dan proporsi penduduk lansia terus meningkat.Menurut data Otoritas Statistik Yunani (Hellenic Statistical Authority), Sensus Penduduk dan Perumahan 2011 mencatat jumlah penduduk tetap sebanyak 10.816.286 jiwa. Namun, per 1 Januari 2024, jumlah tersebut diperkirakan turun menjadi 10.400.720 jiwa, mencerminkan penurunan lebih dari 400.000 orang dalam kurun waktu sekitar satu dekade.Data menunjukkan bahwa pada 2023 Yunani hanya mencatat 72.300 kelahiran, sekitar setengah dari rata-rata tahunan pada periode 1950-an dan 1960-an. Tingkat kesuburan di kalangan wanita yang lahir sekitar tahun 1980 tetap berada di kisaran 1,3-1,4 anak, jauh di bawah tingkat penggantian populasi. Saat ini, hampir 23 persen penduduk berusia di atas 65 tahun, dengan populasi lansia melampaui jumlah anak-anak hampir 1 juta orang.Penelitian tersebut menjelaskan bahwa penurunan populasi di Yunani mulai terjadi setelah 2011, menyusul krisis keuangan yang memicu kembalinya para pekerja migran dan emigrasi skala besar kaum muda Yunani. Faktor struktural, seperti minimnya peluang karier dan tekanan dalam kepemilikan maupun akses perumahan, semakin memperlemah pembentukan keluarga baru.Para peneliti memperingatkan bahwa Yunani sedang menghadapi "tantangan ganda", yaitu generasi muda cenderung meninggalkan negara atau menunda untuk memiliki anak. Kedua hal tersebut semakin memperkuat penurunan demografis jangka panjang.Laporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Otoritas sebut sistem kesehatan di Gaza akan segera kolaps akibat kelangkaan bahan bakar
Indonesia
•
15 May 2024

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026

Gubernur California perintahkan pejabat negara bagian tangani perkemahan tunawisma
Indonesia
•
27 Jul 2024

Feature – Batik Indonesia pikat China, karya mahasiswa ITB sabet ‘Most Popular Award’
Indonesia
•
04 Jun 2026


Berita Terbaru

Feature – Mengenal ‘catsitter’: Merawat kucing, menjaga kepercayaan
Indonesia
•
25 Sep 2026

Jepang makin tua, punya 36,24 juta lansia
Indonesia
•
21 Sep 2026

Feature – Paradoks media sosial di Indonesia: Buka jalan keadilan, juga picu perundungan
Indonesia
•
22 Sep 2026

Festival pertengahan musim gugur hadir di Batam, ratusan orang nikmati perpaduan budaya China-Indonesia
Indonesia
•
21 Sep 2026
