
China catat kemajuan signifikan dalam perlindungan indikasi geografis

Sejumlah pekerja memindahkan daun vine tea (Ampelopsis grossedentata) di wilayah Laifeng, Provinsi Hubei, China tengah, pada 23 Mei 2018. Vine tea Laifeng, yang terbuat dari daun tanaman Ampelopsis, telah diakui sebagai produk indikasi geografis nasional pada 2013. (Xinhua/Song Wen)
Produk dengan indikasi geografis (geographical indication/GI) di China, hingga Oktober 2022, telah mencapai 7.013 merek dagang, dengan total nilai output perusahaan-perusahaan China yang menggunakan GI melampaui 703 miliar yuan pada 2021.
Beijing, China (Xinhua) – China telah menyetujui 2.495 produk dengan indikasi geografis (geographical indication/GI) dan hingga akhir Oktober, telah mencatatkan pendaftaran 7.013 merek dagang GI, demikian disampaikan Administrasi Kekayaan Intelektual Nasional negara tersebut pada Rabu (30/11).Label GI digunakan untuk menunjukkan asal geografis spesifik dari suatu produk dan mengidentifikasikan kualitas atau reputasinya terkait asal tersebut. GI merupakan jenis hak kekayaan intelektual yang penting dan jaminan kualitas.China telah meluncurkan berbagai langkah untuk penggunaan GI dan memperkuat perlindungan GI sejak 2018.Pada 2021, total nilai output perusahaan-perusahaan China yang menggunakan GI melampaui 703 miliar yuan, ungkap Zhang Zhicheng, seorang pejabat di administrasi tersebut, dalam sebuah taklimat pers rutin.Zhang menyebutkan bahwa kerja sama internasional dalam perlindungan GI asing, termasuk kesepakatan China-Uni Eropa (UE) tentang perlindungan GI yang mulai berlaku tahun lalu, memungkinkan konsumen dari kedua belah pihak untuk membeli produk khas asli, seperti minuman anggur (wine), teh, dan berbagai produk pertanian, dari satu sama lain tanpa khawatir mendapatkan barang yang di bawah standar atau palsu.Sebagai hasil dari kesepakatan tersebut, jumlah GI UE yang menerima perlindungan di China telah meningkat menjadi 134, sementara GI China yang dilindungi di UE telah mencapai 110, tambah Zhang.*1 yuan = 2.196 rupiahLaporan: RedaksiBagikan

Komentar
Berita Terkait

Sekjen PBB: Target untuk capai nol kelaparan di dunia "sudah keluar jalur"
Indonesia
•
27 Jul 2024

IFRC terus berikan bantuan kepada warga Afghanistan yang terdampak gempa
Indonesia
•
17 Oct 2023

Bayi panda raksasa kembar sapa pengunjung pertama di Kebun Binatang Berlin, Jerman
Indonesia
•
16 Oct 2024

Jerman catat musim panas dengan durasi paparan sinar matahari terlama sejak 1951
Indonesia
•
31 Aug 2022


Berita Terbaru

Hadapi penyakit langka, kawasan Asia-Pasifik luncurkan aliansi genomik
Indonesia
•
11 May 2026

Penggemar sepak bola diimbau waspadai penipuan tiket jelang Piala Dunia
Indonesia
•
11 May 2026

Delegasi Universitas Negeri Yogyakarta kunjungi universitas di Beijing, bahas pertukaran akademis
Indonesia
•
10 May 2026

Seluruh penumpang kapal terdampak hantavirus menjadi kontak "berisiko tinggi"
Indonesia
•
10 May 2026
