
UE akan tingkatkan produksi amunisi untuk dukung Ukraina

Foto yang diabadikan pada 10 April 2023 ini memperlihatkan rumah-rumah yang rusak di Bakhmut, Ukraina. (Xinhua/Peter Druk)
Produksi amunisi untuk Ukraina akan ditingkatkan oleh Uni Eropa, sekaligus menjadi upaya dalam mengatasi kekurangan di antara negara-negara anggota blok tersebut.
Brussel, Belgia (Xinhua) – Komisi Eropa pada Rabu (3/5) mengadopsi sebuah proposal untuk meningkatkan produksi amunisi guna mendukung Ukraina, dan mengatasi kekurangan di antara negara-negara anggota Uni Eropa (UE).Satu miliar euro telah dialokasikan untuk Undang-Undang yang Mendukung Produksi Amunisi (Act in Support of Ammunition Production/ASAP), kata Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen.Separuh dari pendanaan tersebut akan berasal dari anggaran UE, sementara separuh sisanya akan berasal dari pembiayaan tambahan yang dimaksimalkan.ASAP adalah bagian dari rencana tiga jalur untuk membantu mendukung Ukraina sembari memastikan stok amunisi UE tidak habis, kata Komisi itu.Undang-undang tersebut "akan memperkuat daya tanggap dan kemampuan industri pertahanan UE untuk menjamin pasokan amunisi dan rudal tepat waktu di Eropa," imbuhnya.
Pasukan artileri Ukraina tampak sedang bertugas di dekat Bakhmut, Ukraina, pada 12 April 2023. (Xinhua/Peter Druk)
Uang kertas dan koin Euro terlihat di Brussel, Belgia, pada 30 Desember 2021. (Xinhua/Zheng Huansong)
Bagikan

Komentar
Berita Terkait

Iran puji kemajuan dalam kerja sama dengan Arab Saudi
Indonesia
•
15 May 2024

Fokus Berita – Berbagai langkah Trump picu gelombang unjuk rasa di seluruh AS
Indonesia
•
08 Feb 2025

China kirim lagi serangan mendadak ke wilayah udara Taiwan
Indonesia
•
31 May 2022

Rusia sebut pasukan Ukraina di Kursk dimobilisasi untuk serangan baru
Indonesia
•
20 Aug 2024


Berita Terbaru

Feature – Saat ekonomi terpuruk, makanan gratis jadi harapan bagi warga rentan di Sanaa, Yaman
Indonesia
•
17 Mar 2026

Fokus Berita – Misi militer AS di Selat Hormuz ditolak sekutu Eropa
Indonesia
•
17 Mar 2026

Komandan Korps Garda Revolusi sebut Selat Hormuz tidak ditutup, tetapi berada di bawah kendali Iran
Indonesia
•
17 Mar 2026

Iran tak minta gencatan senjata atau negosiasi, siap bela diri selama yang diperlukan
Indonesia
•
17 Mar 2026
